Kamis Pagi, Kualitas Udara Jakarta Kategori Tidak Sehat
Kamis, 21 Sep 2023, 08:00 WIBJAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara kota ini tidak sehat dengan partikel halus (Particulate Matter/PM) 2,5 pada angka 101-199 pada Kamis (21/9) pagi hingga pukul 05.00 WIB.
Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur, memiliki angka PM2,5 sebesar 105.
Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya sedang karena tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.
Sedangkan kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Selain Jakarta Timur, ISPU di wilayah Kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni BundaranHI di Jakarta Pusat (82), Kelapa Gading di Jakarta Utara (84), Jagakarsadi Jakarta Selatan (80) dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat (75).
Sementara itu, pada situs pemantauan IQ Air, Kamis (21/9), pukul 06.00 WIB, Jakarta, diklasifikasikan sebagai kota nomor 2 dengan pencemaran udara tertinggi di dunia dengan nilai 157.
Untuk nomor satu kota tercemar, yakni Dubaidi ZUniEmirat Arab (UEA) dengan 161, ketiga Lahoredi Pakistan (153), keempat Delhidi India (127) dan kelima Kuching di Malaysia (126),
Indeks Kualitas udyara (IKU) di Jakarta tinggi karena konsentrasi PM2.5 saat ini sudah 13,3 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
Pos Pengamatan: Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Letusan Setinggi 900 Meter pada Sabtu Malam
-
KPP Balikpapan Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo
-
Waspada! ICP Agustus Naik ke US$ 89,43 per Barel, Perang Jadi Pemicu
-
Marc Marquez Menang di MotoGP Misano 2026 Usai Unggul Poin Atas Jorge Martin
-
Minat Punya Anak Menurun, Krisis Demografi Jepang Makin Dalam
-
Bapanas-Kementan Fasilitasi Distribusi Cabai Demi Stabilkan Harga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.