Gawat El Nino Memakan Korban, Wali Kota Sukabumi: 120 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Sabtu, 16 Sep 2023, 00:41 WIBSukabumi - Gawat El Nino memakan korban, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan kemarau panjang yang berdampak terjadinya kekeringan hampir di seluruh wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat mengakibatkan 120 hektare lahan pertanian terancam gagal panen.
"Akibat kekeringan ini lahan pertanian tidak bisa mendapatkan pasokan air yang mencukupi bahkan beberapa lahan sudah tidak lagi memiliki persediaan air, sehingga tanaman yang sudah ditanam itu terancam mati sehingga berpotensi gagal panen," katanya di Sukabumi pada Jumat, (15/9).
Menurut Fahmi, dari hasil pendataan sementara ada 120 hektare lahan pertanian yang berpotensi gagal panen mayoritas merupakan lahan padi. Lahan itu tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Baros, Cibeureum dan Lembursitu (Bacile).
Jika satu hektare lahan itu bisa menghasilkan gabah kering giling (GKG) rata-rata tujuh ton, maka jika gagal panen maka Kota Sukabumi akan kehilangan sebanyak 840 ton GKG. Tentunya, Pemkot Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi terus berupaya melakukan pencegahan agar lahan tersebut tidak gagal panen.
Selain itu, ikhtiar yang dilakukan pihaknya yakni dengan cara melaksanakan Solat Istisqa atau solat meminta hujan kepada Allahyang dilakukan secara massal pada Jumat, (15/9) di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.
Pada kegiatan ini tidak hanya dihadiri unsur Forkopimda(Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan MUI(Majelis Ulama Indonesia) Kota Sukabumi saja, tetapi diikuti oleh ribuan Muslim.
"Selain melakukan berbagai cara untuk antisipasi terjadinya gagal panen, kami pun ikhtiar dengan cara melaksanakan Solat Istisqa secara massal serta mengajak seluruh Muslim di Kota Sukabumi untuk mendirikan solat sunah itu baik individu maupun berjamaah," tambahnya.
Sementara, Kepala DKP3 Kota Sukabumi Adrian Hariadi mengatakan antisipasi terjadinya gagal panen pihaknya mencoba melakukan pompanisasi, untuk menyalurkan air dari sumber atau mata seperti sungai ke lahan pertanian.
Namun diakui, pompanisasi ini juga terkendala sumber air, jika lahan itu jauh dari sungai tentunya sulit terlaksana. Tetapi, pihaknya tidak akan tinggal diam dalam upaya menekan luas lahan yang terancam atau berpotensi gagal panen. Seperti diketahui tiga kecamatan yakni Baros, Cibeureum dan Lembursitu memang selalu menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
-
Dishub Kaltara Rehabilitasi Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan PLBL Liem Hie Djung
-
Suka Main Padel? Simak Tips Biar Tetap Aman dan Bebas Cedera
-
Pemkot Ambon Peringkat Pertama Penyaluran Dana Desa Terbaik di Maluku
-
Tak Langsung Bertarung di Pengadilan, Apple Buka Ruang Negosiasi dengan Departemen Kehakiman AS
-
Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino
-
Pusat PVTPP Perkuat Pendampingan Perizinan Pupuk bagi UMKM di Sukabumi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.