Polisi Argentina Gerebek Penerbit Buku Propaganda Nazi, Satu Orang Ditangkap

Kamis, 14 Sep 2023, 14:58 WIB

BUENOS AIRES - Polisi Federal Argentina menutup sebuah penerbit yang menjual buku-buku yang memuji ideologi Nazi. Ratusan buku teks disita dan satu orang ditangkap sebagai bagian dari "penyitaan bersejarah" propaganda Nazi, kata para pejabat, Rabu (13/9).

Dilaporkan Associated Press, petugas penegak hukum menyita sekitar 230 buku dalam penggerebekan hari Selasa di kota San Isidro, sebelah utara Buenos Aires. Para pejabat mengatakan mereka menyita buku teks yang memuji ideologi Nazi dalam jumlah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Ket. Foto: Agen federal memasukkan buku-buku yang disita ke dalam kotak setelah memperlihatkannya kepada pers di markas besar Polisi Federal di Buenos Aires, Argentina, Rabu, 13 September 2023. Polisi mengatakan buku-buku itu dicetak oleh produsen propaganda Nazi terbesar di Argentina setelah penggerebekan minggu ini. — Sumber: AP/Natacha Pisarenko

"Kami masih terkejut dengan banyaknya materi dari mesin cetak yang digunakan untuk menyebarkan dan menjual simbolisme, buku, dan indoktrinasi Nazi," kata Komisaris Jenderal Polisi Carlos Alejandro Namandu.Dia menggambarkan peristiwa ini sebagai "penyitaan bersejarah" atas dokumen-dokumen Nazi di Argentina.

Namandu menggambarkan buku-buku tersebut "berkualitas tinggi," meskipun video penggerebekan yang dirilis pihak berwenang menunjukkan buku-buku tersebut dibuat oleh perusahaan lokal dan bukan oleh percetakan besar.

Pihak berwenang menahan Pablo Giorgetti, seorang warga negara Argentina yang diduga sebagai orang yang bertanggung jawab menjalankan toko buku tersebut. Dia dituduh melanggar undang-undang anti-diskriminasi Argentina.

Situs web toko buku yang masih beroperasi tersebut member disclaimer di halaman depannya bahwa mereka menjual buku-buku yang berhubungan dengan perang dunia yang telah "dipinggirkan dari toko buku populer." Situs tersebut memperingatkan bahwa mereka tidak "setuju dengan mereka" dan bahwa penjualan tersebut dimaksudkan untuk "koleksi dan penelitian."

Petugas penegak hukum menyita sejumlah perangkat elektronik dan percetakan, serta sejumlah besar materi propaganda Nazi.Mereka menyita buku-buku yang siap didistribusikan, termasuk gambar swastika, salib besi, dan simbol Nazi lainnya, kata unit Polisi Federal Argentina dalam sebuah pernyataan.

Menampilkan simbol-simbol Nazi semacam ini saja sudah merupakan pelanggaran terhadap undang-undang anti-diskriminasi Argentina.

Materi tersebut tidak hanya dijual di situs web toko buku, tetapi juga di berbagai outlet online, seperti Mercado Libre, platform penjualan online terbesar di kawasan ini.

Meskipun pihak berwenang tidak merinci berapa banyak barang yang telah terjual di toko buku tersebut, mereka mengatakan profil penjual cukup tinggi di platform online, menunjukkan "konsultasi dan konsumsi tingkat tinggi."

"Ini adalah penyelidikan tahap pertama," kata Ñamandu."Yang pertama kami lakukan adalah memutus jalur penjualan dan distribusi.Kami melanjutkan ke tahap kedua.Undang-undang ini tidak hanya memberikan sanksi kepada pihak yang memproduksi, namun juga pihak yang membeli."

Penggerebekan hari Selasa itu terjadi setelah penyelidikan berdasarkan pengaduan yang diajukan oleh Delegasi Asosiasi Israel di Argentina (DAIA), asosiasi Yahudi utama di negara itu, pada 2021.

"Sangat mengherankan ada orang yang memproduksi bahan jenis ini, dan sangat memprihatinkan ada orang yang mengkonsumsinya," kata Wakil Presiden DAIA Marcos Cohen.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.