Menanti Data Inflasi AS
Kamis, 14 Sep 2023, 09:47 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, hari ini (14/9). Peluang tersebut akan terbuka lebar apabila data inflasi Amerika Serikat (AS) naik hingga sesuai ekspektasi pelaku pasar.
Analis Mata Uang Lukman Leong menilai pergerakan rupiah akan tergantung pada hasil dari data inflasi AS. Apabila inflasi di AS naik sesuai dengan perkiraan, maka dollar AS akan melanjutkan penguatan dan rupiah kembali melemah.
Dia memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (14/9), bergerak di kisaran 15.300-15.450 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan, Rabu (13/9), ditutup melemah sebesar 29 poin atau 0,19 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.371 rupiah per dollar AS.
Senior Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menyatakan rupiah melemah karena pasar masih menunggu data inflasi di Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis malam ini.
"Rupiah masih tertekan, hari ini (Rabu, 13/9), kita lihat index dollarnya juga sedang naik, mendekat ke kisaran 105. Pasar masih menunggu data inflasi di AS. Saat ini, pasar memprediksi inflasi AS pada Agustus 2023 naik ke 3,6 persen yoy (year on year), dari Juli 2023 yang sebesar 3,2 persen yoy," ujar dia di Jakarta, kemarin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
FIFA Bidik Dana 68,5 Triliun Rupiah dari Investor, UEFA Lontarkan Kritik Pedas
-
Juara Mubadala Gugur di Toronto
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Kabar Baik untuk Pekerja Migran! Kemenkum NTT Perkuat Perlindungan Lewat Posbankum
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.