Berpotensi Kembali Konsolidasi

Jumat, 08 Sep 2023, 09:33 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berbalik konsolidatif dalam perdagangan jelang akhir pekan ini. Sentimen penggeraknya adalah berkurangnya aksi ambil untung di saham-saham sektor energi dan penjualan saham di sektor perbankan.

Analis Riset Ekuitas dari Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (8/9), mengalami konsolidasi dan bergerak di antara support 6.880 dan resistance 7.000.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/9) sore, ditutup melemah mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 41,14 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.954,81. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,71 poin atau 0,80 persen ke posisi 959,47.

"Dari sisi sentimen, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh pergerakan bursa global dan Asia yang cenderung terkoreksi, ditambah dengan adanya rilis data Tiongkok, di mana neraca perdagangannya yang terkontraksi," ujar Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Dari dalam negeri, rilis data cadangan devisa (cadev) juga cenderung menyusut ke 137,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS), ditambah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar AS.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi sebesar 1,58 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik sebesar 0,31 persen dan 0,20 persen.

Sedangkan, delapan sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang turun minus 1,72 persen, diikuti sektor properti dan sektor infrastruktur yang masing- masing minus 1,30 persen dan minus 1,08 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.218.707 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,23 miliar lembar saham senilai 10,93 triliun rupiah. Sebanyak 210 saham naik, 322 saham menurun, dan 220 tidak bergerak nilainya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.