- Home
-
- Luar Negeri
-
- Inggris Akan Tetapkan Wagn...
Inggris Akan Tetapkan Wagner Rusia sebagai Organisasi Teroris
Kamis, 07 Sep 2023, 14:09 WIBLONDON - Inggris pada Rabu (6/9) mengumumkan akan menyatakan kelompok tentara bayaran Wagner Rusia sebagai organisasi teroris terlarang. Kelompok itu tetap menjadi ancaman keamanan global bahkan setelah kematian pemimpinnya, Yevgeny Prigozhin.
Dilaporkan Associated Press, pemerintah Inggris mengatakan sebuah perintah akan dikeluarkan di Parlemen untuk melarang kelompok tersebut berdasarkan Undang-Undang Terorisme. Perintah tersebut, setelah disetujui oleh anggota parlemen, akan melarang keanggotaan atau dukungan terhadap Wagner, yang telah memainkan peran penting dalam pertempuran Rusia ke Ukraina. Kelompok ini juga telah beroperasi di Suriah dan beberapa negara Afrika.
Langkah yang akan berlaku dalam beberapa hari itu menempatkan Wagner dalam kategori yang sama dengan kelompok ISIS, kelompok militan Palestina Hamas, dan paramiliter Irlandia Utara.
Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan, Wagner "telah terlibat dalam penjarahan, penyiksaan, dan pembunuhan keji. Operasinya di Ukraina, Timur Tengah, dan Afrika merupakan ancaman terhadap keamanan global."
"Mereka adalah teroris, jelas dan sederhana - dan perintah pelarangan ini memperjelas hal itu dalam hukum Inggris," katanya.
Larangan ini memungkinkan pihak berwenang Inggris untuk menyita aset organisasi tersebut, meskipun kekuasaannya sebagian besar hanya bersifat simbolis karena Wagner tidak diketahui beroperasi di Inggris.
Langkah ini akan dikeluarkan setelah rekomendasi Komite Urusan Luar Negeri Parlemen yang berpengaruh pada Juli lalu yang melarang Wagner. Komite tersebut mengatakan pihak berwenang Inggris "menganggap tidak penting dan meremehkan" ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok tentara bayaran tersebut.
Komite tersebut mengatakan masa depan Wagner tidak pasti setelah pemberontakan bersenjata Prigozhin melawan para pemimpin militer Rusia pada Juni lalu. Para anggota parlemen mengatakan Inggris harus mengambil keuntungan dari situasi yang membingungkan ini untuk "mengganggu" Wagner.
Dua bulan setelah pemberontakan bulan Juni, Prigozhin dilaporkan tewas dalam kecelakaan pesawat pada 23 Agustus. Penilaian awal intelijen AS menyimpulkan pesawat itu jatuh karena ledakan yang disengaja. Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin membantah terlibat.
Beberapa sekutu Ukraina lainnya telah memberikan sanksi kepada para pemimpin Wagner, dan awal tahun ini, badan legislatif Lithuania dan Estonia mengeluarkan resolusi yang menyatakan organisasi tersebut sebagai organisasi teroris. Amerika Serikat telah menetapkan Grup Wagner sebagai organisasi kriminal transnasional.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemkot Palembang Menyiapkan 850 Personel untuk Memperlancar Mudik 2026
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
Trump Umumkan AS Akan Terima 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
-
Hadapi Tantangan Cuaca, KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO
-
Pedagang Keluhkan Dugaan Mafia Kios di Pasar Pramuka, Jakarta Timur
-
Rekonstruksi Gaza, Mesir-Prancis Bergerak
-
Atasi Banjir Jakarta, Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama akan Dinormalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.