• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Penggunaannya Alami Banyak...

Penggunaannya Alami Banyak Penentangan

Selasa, 05 Sep 2023, 06:25 WIB

Penelitian ilmuwan melalui mikroskop didukung oleh filsuf mekanik abad ke-17. René Descartes (1596-1650) yang paling terkenal kala itu dimana ia menyatakan percaya bahwa dengan menyelidiki materi dan gerak, dunia di sekitar dapat dipahami dengan lebih baik dengan alat tersebut. Mikroskop pun turut membantu pemahaman mekanika alam yang sangat kecil.

Namun, penerimaan mikroskop tidak selalu positif. Salah satu alasannya adalah instrumen baru ini mengungkap detail luar biasa dan kecerdikan kehidupan di Bumi.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ Christophe ARCHAMBAULT

Beberapa pendukung filsafat alam prihatin dengan dampak mikroskop seperti yang terjadi saat penemuan teleskop. Terdapat perdebatan mengenai apakah instrumen-instrumen baru ini dapat dipercaya, dan apakah yang terungkap bukanlah tipuan belaka. Ada yang berargumentasi bahwa bukti dari instrumen tersebut, meskipun memerlukan mata manusia, tidak sama dengan bukti yang diperoleh dengan menggunakan indera secara langsung. Akibatnya mikroskop mengalami kemunduran pada abad ke-18.

"Setidaknya sebagian dari alasan kegagalan mikroskop menjadi sama pentingnya dengan studi anatomi seperti teleskop dalam studi astronomi adalah ketidakmampuannya untuk menguasai otoritas di kalangan praktisi medis," tulis sejarawan John henry dalam buku The Scientific Revolution and the Origins of Modern Science (2008), dikutip dari laman World History.

Pengetahuan tentang struktur organ yang diperoleh melalui mikroskop dinilai tidak memiliki kontribusi bagi kemanjuran sistem medis yang pada dasarnya didasarkan pada studi dan pengobatan gejala penyakit. Dokter terkemuka seperti Thomas Sydenham (1624-89) dan John Locke (1632-1704) secara eksplisit menolak penggunaannya.

Singkatnya, teleskop digunakan untuk membuktikan bahwa teori-teori yang ada salah, sedangkan mikroskop hanya mengungkap serangkaian teori baru yang harus diciptakan. Dalam pengertian ini, menurut beberapa sejarawan, mikroskop bukanlah bagian penting dari ilmu pengetahuan

Para ahli mikroskop mampu menantang cukup banyak keyakinan yang ada, meskipun keyakinan tersebut tidak akan mampu menghancurkan seluruh bangunan pemikiran Barat jika keyakinan tersebut direvisi.

Ada satu bidang penting yang disumbangkan oleh mikroskop seperti halnya teleskop selama revolusi ilmiah, dan ini adalah gagasan tentang skala. Selama ribuan tahun, skala dunia dianggap terkait dengan skala tubuh manusia, oleh karena itu sistem pengukuran awal menggunakan jari, tangan, dan kaki.

Teleskop di salah satu ujung skala dan mikroskop di sisi lain mengungkapkan bahwa diperlukan sistem pengukuran yang benar-benar baru agar pikiran manusia dapat memahami, membandingkan, dan membedakan keajaiban alam semesta yang terlihat, mulai dari planet yang sangat jauh hingga ke ukuran rambut yang sangat kecil.

Mikroskop mungkin tidak mendominasi ilmu pengetahuan awal, namun instrumen ini menjadi populer di kalangan orang kaya. Itu menjadi semacam mainan canggih untuk mengesankan pengunjung atau merupakan barang hobi yang mahal.

Manfaat mikroskop kembali tampil pada abad ke-19 melalui karya tokoh-tokoh seperti Louis Pasteur (1822-1895), yang merupakan perintis penelitian tentang mikroba yang membawa kemajuan penting dalam pengendalian penyakit dan vaksinasi. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.