RI Punya Modal Kuat Kembangkan Hidrogen Hijau
Kamis, 31 Agu 2023, 09:30 WIBJAKARTA - Indonesia memiliki modal kuat untuk pengembangan hidrogen hijau, yakni potensi sumber daya energi terbarukan yang berlimpah. Selain itu, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan di jalur perdagangan internasional berpotensi menjadi hub hidrogen global.
Untuk mengembangkan potensi hidrogen tersebut, Indonesia melalui PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Iskandar Muda, bersama Augustus Global Investment (AGI) menyepakati Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait investasi produksi hidrogen hijau di Indonesia. Nota kesepahaman tersebut mengenai lokasi dan penyediaan listrik untuk produksi hidrogen ramah lingkungan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana, usai menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, mengatakan pemerintah mempertimbangkan kontribusi hidrogen dalam transisi energi di Indonesia.
"Hidrogen hijau akan memainkan peran penting dalam dekarbonisasi sektor transportasi yang akan dimulai pada 2031, dan sektor industri dimulai pada 2041," ujar Dadan dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Rabu (30/8).
Menurut Dadan, Hidrogen telah dimanfaatkan di Indonesia dalam sektor industri, terutama sebagai bahan baku pupuk. Konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini berkisar 1,75 juta ton per tahun, dengan pemanfaatan didominasi untuk urea (88 persen), amonia (4 persen) dan kilang minyak (2 persen).
"Sebagai kelanjutan dari dokumen strategi hidrogen nasional, saat ini kami juga sedang menyusun dokumen peta jalan nasional hidrogen dan amonia yang berisi rencana penerapan hidrogen di Indonesia hingga 2060, yang mencakup regulasi, standar, infrastruktur, teknologi, supply-demand, dan lain-lain," imbuhnya.
Dadan pun menyambut baik kerja sama ini, dan berharap agar kolaborasi ini dapat memperkuat dan meningkatkan upaya pencapaian ketahanan energi dan mempercepat transisi energi.
Dukung Transisi
Augustus Global Investment (AGI) berencana untuk membangun Production Plant Green Hydrogen berkapasitas produksi 35 ribu ton per tahun di Indonesia dan membutuhkan lahan 50 hektar (ha).
Biaya investasi pembangunan infrastruktur produksi green hydrogen diperkirakan sebesar 400 - 700 juta dollar AS tergantung dari bentuk akhir green hydrogen yang akan ditransportasikan (compressed hydrogen, liquid hydrogen, ammonia, atau bentuk lain).
"Kami sangat antusias dapat berinvestasi di Indonesia dan mendukung transisi Indonesia menuju masa depan energi bersih," ujar CEO AGI, Fadi Krikor.
MoU terkait investasi produksi hidrogen hijau di Indonesia itu telah diteken awal pekan ini. MoU pertama adalah antara Augustus Global Investment, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Pupuk Iskandar Muda untuk mengamankan lahan untuk proyek produksi hidrogen hijau. MoU kedua adalah antara Augustus Global Investasi dan PT PLN (Persero) untuk mengamankan pasokan energi ramah lingkungan.
Proyek tersebut akan berlokasi di SEZ Arun Lhokseumawe, Aceh, Indonesia. Lokasi tersebut dipilih karena letaknya yang strategis, mengandung sumber energi terbarukan yang melimpah, dan dukungan kuat dari Pemerintah Indonesia.
- Energi Baru dan Terbarukan (EBT)
- PT PLN (Persero)
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
- PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)
- Pengembangan Energi
- Hidrogen Hijau
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
PT KAI: Pelanggan KA Sancaka Utara Melonjak 98,25 Persen
-
KKP Mau Bangun PLTA dari Arus Laut di Bali, Beroperasi 2029
-
Iran Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Pangkalan F-35 di Yordania setelah Serangan AS Terkait Jatuhnya Helikopter Apache
-
Bidik 1.000 MMSCFD! North Hub Targetkan Gas Perdana 2028 Lewat Pipa 32 Inci
-
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
-
Membersihkan Pohon Tumbang yang Menimpa Rumah Warga
-
Potensi 1.100 MW Nganggur! Pemerintah Gaspol Kembangkan Panas Bumi Sarulla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.