Menanti Data Ekonomi AS
Senin, 28 Agu 2023, 10:06 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi menguat awal pekan ini meskipun penguatannya bersifat terbatas. Sentimen pergerakannya berasal dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), yakni ADP Employment Change yang dirilis pada 30 Agustus 2023.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank pekan ini bergerak di kisaran 15.175-15.350 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Jumat (25/8), ditutup melemah 0,32 persen atau 49 poin dari sehari sebelumnya menjadi 15.295 rupiah per dollar AS.
Senior Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menyatakan pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi sentimen global, yakni Simposium Jackson Hole yang akan diadakan nanti malam.
"Pasar berspekulasi akan hawkish statement dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell," ujar dia ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, keputusan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang mempertahankan suku bunga di angka 5,75 persen merupakan volatilitas jangka pendek. "(Penguatan rupiah) lebih efektif diatasi melalui kebijakan stabilisasi atau yang kita biasa sebut sebagai intervensi pasar," kata Rully.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Jakarta Ingin Wujudkan Kota Ramah Anak
-
Perhutani Jawa Barat dan Banten Modifikasi Kendaraan Polhut jadi Pemadam Kebakaran
-
BI Pastikan Uang Digital Tidak Akan Gantikan Uang Tunai
-
Larry the Cat Sambut PM Baru Inggris dengan Pesan Jenaka: Tolong Jangan Abaikan Aku
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
Atap Gedung Roboh Sejak 2024, Begini Nasib 270 Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09
-
30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.