- Home
-
- Luar Negeri
-
- Akses Terusan Panama Akan ...
Akses Terusan Panama Akan Terhambat Selama Setahun Akibat Dilanda Kekeringan
Senin, 28 Agu 2023, 00:09 WIBPANAMA CITY - Kekeringan yang melanda Terusan Panama akan mendorong otoritas kanal itu untuk melakukan pembatasan lalu lintas kapal selama satu tahun. Pada Kamis (24/8) dilaporkan tindakan ini menyebabkan kemacetan lalu lintas laut ketika kapal-kapal mengantre untuk memasuki jalur air yang menghubungkan dua samudera.
Dikutip dari France 24, kanal tersebut menghadapi kekurangan air hujan yang diperlukan untuk memindahkan kapal melalui pintu air yang berfungsi seperti elevator, sebuah terobosan teknik yang mendongkrak enam persen perdagangan maritim dunia melewati antara samudera Atlantik dan Pasifik.
Sub-administrator kanal, Ilya Espino, mengatakan pembatasan akses akan dilakukan dalam jangka waktu satu tahun, kecuali hujan lebat turun dalam tiga bulan ke depan. "Periode itu akan memberi klien satu tahun untuk merencanakan bagaimana beradaptasi," katanya.
Setiap kapal yang bergerak melalui kanal membutuhkan 200 juta liter air tawar untuk melewati pintu air tersebut, yang disediakan oleh dua danau buatan yang dialiri oleh curah hujan di daerah aliran sungai di sekitarnya. Danau-danau tersebut juga memasok air minum ke separuh negara berpenduduk sekitar 4,2 juta orang.
Namun, Panama sedang menghadapi kekeringan parah, yang diperburuk oleh fenomena pemanasan El Nino, yang memaksa pengelola kanal untuk membatasi jalur air bagi kapal-kapal dengan draft maksimum (kedalaman air) 13,11 meter l.
Pada 2022, rata-rata 40 kapal melintasi kanal setiap hari, jumlah tersebut kini turun menjadi 32 untuk menghemat air.
Tindakan tersebut telah menyebabkan banyaknya kapal yang menunggu untuk memasuki jalur air sepanjang 50 mil (80 kilometer), yang sebagian besar digunakan oleh klien dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
Pada Kamis, sekitar 130 kapal harus menunggu untuk melintas, dibandingkan dengan antrean biasanya sekitar 90 kapal.
Waktu tunggu, biasanya antara tiga dan lima hari, kadang-kadang bisa mencapai 19 hari, meski saat ini berkisar 11 hari.
Penurunan Pendapatan
Awal bulan ini, operator kanal mengatakan pembatasan tersebut kemungkinan akan mengakibatkan penurunan pendapatan sebesar 200 juta dollar AS pada 2024, dibandingkan tahun ini.
Untuk melewati terusan tersebut, kapal dapat memesan slot terlebih dahulu, atau mencoba membelinya melalui proses lelang. Bagi mereka yang tidak bisa mendapatkan slot, harus menunggu lama.
"Kami dengan mudah menangani antrean 90 kapal yang menunggu, tetapi 130 atau 140 kapal menyebabkan masalah dan penundaan bagi kami," kata Espino.
Minggu ini, Presiden Panama, Laurentino Cortizo harus menyangkal pernyataan Presiden Kolombia, Gustavo Petro bahwa terusan itu ditutup.
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, minggu ini juga merujuk pada situasi "khusus" yang dihadapi jalur air tersebut. "Kami menerapkan pembatasan di Panama seperti yang kami lakukan pada kesempatan lain, tetapi tidak benar bahwa Terusan Panama ditutup," kata Cortizo.
Kanal ini dibuka pada 1914 setelah proyek konstruksi monumental melewati hutan lebat dan pegunungan, dengan ribuan pekerja meninggal karena penyakit tropis, panas terik, dan hujan.
Sejak itu, lebih dari satu juta kapal telah transit melalui kanal tersebut, sehingga menghemat perjalanan panjang mereka di ujung Amerika Selatan.
"Kerugian besar yang dimiliki Terusan Panama sebagai jalur maritim adalah kami beroperasi dengan air tawar, sementara yang lain menggunakan air laut," kata administrator kanal, Ricaurte Vasquez, kepada AFP awal bulan ini.
"Kita harus mencari solusi lain agar tetap menjadi jalur perdagangan internasional yang relevan. Jika kita tidak beradaptasi, kita akan mati," ujarnya.
Karena pembatasan rancangan tersebut, beberapa kapal kontainer niaga terpaksa membongkar muatannya dan mengirim kapal yang lebih ringan melewati kanal, sementara barang melintasi Panama dengan kereta api sebelum dimuat ulang.
"Saat ini saya melihat situasinya masih bisa dikendalikan, namun kami harus menunjukkan kepada industri bahwa kami mengambil langkah pasti untuk mengatasi masalah air," kata mantan pengelola kanal, Jorge Quijano, Jumat.
"Bagi saya, itu adalah kuncinya, karena jika tidak, kita akan tersingkir dari bisnis ini," tukasnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Rekomendasi Acara Akhir Pekan yang Bisa Dinikmati di Jakarta, Ada Jazz Goes to Campus di TIM!
-
600 Ha Sawah di Nagan Raya Aceh Alami Kekeringan Parah
-
Timnas Panama Menuju Piala Dunia 2026: Los Canaleros Membawa Semangat dan Ambisi Baru
-
Jaga Stabilitas Harga: Bapanas Sebut Stok Beras Aman hingga April 2027
-
Panama vs Kroasia: Modric dan Kawan-kawan Bidik Kebangkitan untuk Amankan Posisi Tiga Besar
-
Langkah Jakut Atasi Anak Tak Sekolah
-
Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.