MBKM Mandiri Targetkan Keterlibatan 500.000 Mahasiswa

Sabtu, 26 Agu 2023, 01:01 WIB

JAKARTA - Kepala Bidang Kampus Merdeka Mandiri, Dessy Aliandrina, menyatakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri akan menargetkan 500.000 mahasiswa untuk terlibat dalam setiap programnya. MBKM Mandiri bukan program pemerintah, tapi dilaksanakan perguruan tinggi dan mitra berdasarkan 9 bentuk kegiatan pembelajaran (BKP).

"Tahun 2023 kami menargetkan mencapai angka 500.000 mahasiswa mengikuti MBKM mandiri, dilaksanakan bukan hanya perguruan tinggi, tapi juga para mitra," ujar Dessy, dalam Media Gathering MBKM, di Jakarta, Jumat (25/8).

Ket. Foto: Kepala Bidang Kampus Merdeka Mandiri, Dessy Aliandrina, dalam Media Gathering MBKM, di Jakarta, Jumat (25/8). — Sumber: koran jakarta/Muhamad Ma’rup

Dia mengatakan, pada tahun 2022 sudah ada 1.488 perguruan tinggi melaksanakan MBKM Mandiri dengan target mahasiswa terlibat sebanyak 410.000. Adapun 567 perguruan tinggi di antaranya sudah memberikan kesempatan MBKM kepada 241.000 mahasiswa dengan 132 BKP MBKM Mandiri.

"567 perguruan tinggi yang melaksanakan MBKM secara mandiri bisa memberikan lowongan sebanyak lebih dari 200 ribu mahasiswa," jelasnya.

Prioritas Daerah

Dessy mengungkapkan, MBKM Mandiri juga merupakan upaya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045. Untuk itu, MBKM Mandiri akan lebih selaras dengan sektor prioritas daerah.

Dia menambahkan, untuk mencapai target di tahun 2023, pihaknya akan fokus mendorong Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) yang ada di 16 wilayah Indonesia. Menurutnya, hal tersebut akan memperbanyak program-program MBKM Mandiri.

"Mereka akan menjadikan MBKM, yang program flagship itu sentralisasi jadi desentralisasi di 16 wilayah," katanya.

Dessy menyebut, saat ini di 16 wilayah LLDikti sudah ada klinik MBKM, bimbingan teknis khusus, dan dialog antar berbagai stakeholder. Hal tersebut fokus membangung kemitraan di setiap wilayah. "Setiap wilayah akan ada bagaimana kita melihat bahwa MBKM itu semua standarnya bisa dicapai," tandasnya.

Ketua Pelaksana Pusat Kampus Merdeka, Gugup Kismono berharap, MBKM bisa mengakselerasi pembelajaran. Dia juga berharap, MBKM juga mendatangkan manfaat ekonomi dan sosial mahasiswa.

"Misalnya program Kampus Mengajar, mahasiswa yang mengikuti ini yang mengajar SD dan SMP di daerah-daerah itu mayoritas mahasiswa dari ekonomi yang kurang, sehingga dari keikutsertaannya diidentifikasi ada kenaikan ekonomi karena menaikkan soft skillnya," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.