Waspadai Penurunan Produksi Pangan akibat Serangan Hama

Rabu, 23 Agu 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fenomena perubahan iklim menyebabkan berbagai dinamika cuaca sehingga memacu ledakan hama perusak tanaman padi di Indonesia. Sebab itu, perlu mewaspadai penurunan produksi akibat ancaman hama pada tanaman pangan.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Elza Surmaini, dalam dialog bertajuk "Dampak Perubahan Iklim terhadap Organisme Pengganggu Tanaman Padi" yang dipantau di Jakarta, Selasa (22/8), mengatakan perubahan iklim berpengaruh terhadap distribusi maupun ledakan hama, terutama wereng batang cokelat sebagai hama utama padi.

Ket. Foto: Setiap kejadian La Nina memicu serangan hama wereng batang cokelat berkisar 90 ribu sampai 250 ribu hektare dibanding kondisi normal hanya 10–85 ribu hektare — Sumber: ISTIMEWA

Puncak serangan wereng batang cokelat di Indonesia terjadi saat fenomena La Nina pada tahun 2010 dan 2011. Kala itu, lahan sawah yang rusak mencapai 137 ribu hektare dan 222 ribu hektare lainnya mengalami penurunan produksi 1-2 ton per hektare.

Kerusakan saat itu, tujuh kali lebih tinggi dibandingkan kondisi normal pada 2012 dengan lahan padi yang rusak hanya 29 ribu hektare.

Curah hujan yang meningkat selama musim kemarau saat La Nina telah memicu serangan hama wereng batang cokelat terhadap lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia. Selain hujan, ada pula beberapa faktor yang juga mempengaruhi perkembangbiakan, distribusi, dan daya tahan hama, yaitu peningkatan kelembapan udara, kelembapan tanah, dan kecepatan angin.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 1989 sampai 2019, setiap kejadian La Nina memicu serangan hama wereng batang cokelat berkisar 90 ribu sampai 250 ribu hektare dibanding kondisi normal hanya 10-85 ribu hektare.

Di Indonesia, serangan hama wereng batang cokelat paling sering terjadi saat musim kemarau pada Juni sampai Agustus. Sepanjang 2005 sampai 2021, kasus serangan terbesar terjadi selama periode La Nina pada tahun 2010 dan 2011.

"Musim kering menyebabkan tanaman lebih rentan terhadap serangan hama," kata Elza.

Harga Mahal

Kepala Pusat Tanaman Pangan BRIN, Yudhistira, mengatakan penurunan produksi padi membuat harga beras di tingkat konsumen menjadi mahal, karena beberapa daerah mengalami gagal tanam dan gagal panen akibat serangan hama dan virus tanaman.

Bahkan, pola budi daya petani semakin buruk dalam pemakaian insektisida untuk mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman.

"Survei kami pada beberapa sentra produksi pertanian di Pantai Utara Jawa (Pantura), pengaplikasian insektisida ternyata sudah tidak logis, karena dari satu musim tanaman lebih dari 10 kali penyemprotan," kata Yudhistira.

Pemakaian insektisida yang banyak itu bisa menyebabkan petani keracunan dan berbahaya bagi lingkungan. Insektisida juga berdampak terhadap musuh alami dari organisme pengganggu tanaman.

Sebab itu, dia mengajak para periset untuk memikirkan bagaimana mengembalikan keanekaragaman hayati terkait dengan musuh alami hama atau penyakit pada padi.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.