Ganjar Ungkap Pemprov Jateng akan Terus Intervensi Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 15 Agu 2023, 17:50 WIB

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan intervensi terhadap penanganan kemiskinan ekstrem, meskipun di beberapa daerah angkanya sudah menunjukkan penurunan.

"Hari ini kita rapatkan bagaimana menurunkan angka kemiskinan ekstrem kita. Datanya ini bagus ya, progres intervensi penanganan kemiskinan ekstrem di Jateng menunjukkan grafik yang bagus dan terus menurun, kita membuat cara ekstra, kita coba intervensi yang ekstrem ya," kata Ganjar usai memimpin Rapat Intervensi Penanganan Kemiskinan Ekstrem Bersama Pemerintah Daerah di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (14/8).

Ket. Foto: — Sumber: jatengprov.go.id

Gubernur Ganjar menjelaskan bahwa berdasarkan grafik intervensi penanganan kemiskinan ekstrem per 13 Agustus 2023 pukul 18.00 WIB cukup bagus dan berdasarkan data tersebut diketahui tengkes (stunting) dan disabilitas berhasil diintervensi 100 persen.

"Dua klaster itu termasuk yang paling cepat terintervensi.Stuntingdan disabilitas itu semua bisa kita intervensi 100 persen, khususnya untuk yang miskin ekstrem," ujar dia.

Klaster berikutnya yang sudah banyak terintervensi adalah angka tidak sekolah untuk anak dalam keluarga miskin ekstrem tercatat sebanyak 10.948 anak atau 72,1 persen telah mendapatkan intervensi, sisanya masih ada 4.242 anak usia sekolah atau 27,9 persen yang belum terintervensi.

"Kedua, angka tidak sekolah. Ini saya minta untuk dicari dan tadi ditemukan banyak daerah yang ketika lulus SMP mau ke SMA atau SMK atau MAN itu tidak ada sekolahnya, maka tadi, apakah sekolah virtual, apakah kemudian satu atap, ini banyak cara yang mesti kita selesaikan. Saya sarankan kalau tidak jadi anak asuh, dibawa ke tempat yang ada, terus kita biayai. Apakah itu beasiswa atau gotong royong," tutur dia.

Selanjutnya, yang menunjukkan grafik bagus dalam progres intervensi penanganan kemiskinan ekstrem terdapat pada klaster tidak bekerja. Ada sekitar 23.589 jiwa yang sudah mendapat intervensi dan sudah bekerja, sisanya sekitar 40.089 jiwa masih masuk dalam daftar intervensi dan akan diberikan pelatihan agar siap bekerja.

"Tidak bekerja angkanya juga bagus ini diintervensi. Ada yang kita latih, ada yang kemudian kita dorong dan bantu untuk bisa bekerja di perusahaan," ungkap Gubernur Jateng itu.

Menurut Ganjar, intervensi untuk jamban bagi keluarga miskin ekstrem juga cukup bagus. Saat ini sebanyak 13.993 rumah telah memiliki jamban. Sisanya masih ada sekitar 15.574 rumah yang harus diintervensi.

Ganjar juga mengaku akan menggenjot intervensi pada penanganan rumah tidak layak huni dan listrik. Adapun untuk kebutuhan intervensi listrik ini juga masih banyak. Saat ini data yang sudah diintervensi sebanyak 3.283 rumah tangga dan masih ada sekitar 12.596 rumah tangga yang menunggu untuk diintervensi.

Untuk klaster ini, lanjut dia, dibutuhkan kerja sama dengan PLN karena ternyata masih ditemukan adanya data yang tidak sinkron. "Listrik itu urusannya dengan PLN maka ada data yang tidak sinkron antara data yang masuk di DTKS dengan yang harus diintervensi. Maka saya sampaikan, mari kita cari cara yang lain saja. Kalau perlu ditempeli dengan tenaga surya yang penting di tempat itu ada," kata dia.

Berdasarkan data-data itu, Ganjar mendorong adanya kerja sama antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, di mana ada tempat yang masih terdapat kemiskinan ekstrem agar melakukan percepatan.Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.