Rezim Niger Akan 'Mengadili' Presiden Bazoum karena Pengkhianatan

Senin, 14 Agu 2023, 08:39 WIB

NIAMEY - Pemimpin kudeta Niger yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum mengatakan pada Minggu (13/8) malam, mereka akan "menghukum" Bazoum karena "pengkhianatan tingkat tinggi" dan "merusak keamanan" negara.

Rezim mengatakan telah mengumpulkan bukti yang akan digunakan "untuk menuntut presiden yang digulingkan dan antek-antek lokal dan asingnya di hadapan badan-badan nasional dan internasional yang kompeten untuk pengkhianatan tingkat tinggi dan merusak keamanan internal dan eksternal Niger," menurut sebuah pernyataan yang dibacakan oleh Kolonel-Mayor Amadou Abdramane di televisi nasional.

Ket. Foto: Jenderal Abdourahmane Tchiani sebagai kepala negara baru Niger setelah menggulingkan Presiden Bazoum. — Sumber: Tass/ORTN melalui AP

Bazoum ditahan di kediaman kepresidenannya bersama putra dan istrinya sejak hari kudeta.

Pemimpin militer mengatakan belum mengambil alih kediaman Bazoum dan dia masih bebas berkomunikasi dengan dunia luar. Bazoum telah menerima kunjungan rutin dari dokternya, kata mereka.

Konsultasi berlangsung pada hari Sabtu, menurut seorang penasihat Bazoum.

"Setelah kunjungan ini, dokter tidak mempermasalahkan kondisi kesehatan presiden terguling dan anggota keluarganya," kata militer.

Pemimpin yang digulingkan itu mengakui "disandera" tanpa listrik dan hanya makan nasi dan pasta.

Para jenderal juga mengecam "sanksi ilegal, tidak manusiawi dan memalukan" yang diberlakukan oleh blok regional Afrika Barat ECOWAS, yang menangguhkan transaksi keuangan dan komersial dengan Niger.

Rezim Niger mengatakan sanksi itu merampas obat-obatan, makanan, dan listrik negara.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.