Peluang Menguat Terbuka
Senin, 14 Agu 2023, 08:37 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berbalik menguat pekan ini. Data neraca perdagangan nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan menjadi sentimen pekan ini.
BPS dijadwalkan merilis data neraca dagang nasional pada Juli 2023. Hampir mayoritas pelaku pasar memproyeksikan neraca ekspor dan impor pada Juli diperkirakan terkontraksi sebesar 15,45 persen secara tahunan (yoy) pada Juli 2023.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai ekspektasi tersebut dipengaruhi pelambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Meski demikian, lanjutnya, stabilnya pertumbuhan ekonomi di level lima persen dinilai dapat mengurangi tekanan eksternal tersebut.
Alrich memproyeksikan IHSG dalam perdagangan pekan ini bergerak konsolidasi di kisaran 6.830-6.900.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/8) sore, ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 13,30 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.879,98. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,13 poin atau 0,22 persen ke posisi 964,34.
"Sektor basic materials naik 1,07 persen paling kuat, sementara di posisi terlemah turun sektor teknologi 0,83 persen. Dan dalam sepekan ini IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,40 persen," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Menjelang akhir pekan, IHSG dan mayoritas bursa regional Asia di zona merah, yang tampaknya merespons rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan munculnya ketegangan baru AS dengan Tiongkok.
Tingkat inflasi tahunan di AS naik menjadi 3,2 persen pada Juli 2023, dari sebelumnya sebesar 3 persen pada Juni 2023, sementara, ekspektasi pasar sebesar 3,3 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.