Studi Ungkap Pola Tidur Tak Teratur Pengaruhi Kesehatan Usus

Minggu, 13 Agu 2023, 15:33 WIB

Tidur ekstra mungkin bisa membalikkan ketertinggalan setelah jadwal yang padat selama seminggu. Namun, pola tidur yang tidak teratur dalam seminggu dapat membahayakan kesehatan usus.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari King's College London dan ZOE, sebuah perusahaan nutrisi yang dipersonalisasi, menemukan hubungan antara "jet lag sosial" dan kesehatan usus. Jet lag sosial mengacu pada pola tidur yang tidak teratur selama hari kerja dan hari libur yang menyebabkan perubahan pada jam internal tubuh. Menurut para peneliti, tidur larut malam dan tidur berlebihan bisa berbahaya.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Istimewa

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa shift kerja dapat mempengaruhi jam tubuh dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, masalah jantung, dan diabetes. Studi terbaru mengevaluasi dampak dari ketidakkonsistenan kecil dalam pola tidur terhadap kesehatan usus.

"Kita tahu bahwa gangguan besar dalam tidur, seperti kerja shift, dapat berdampak besar pada kesehatan Anda. Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa perbedaan kecil dalam waktu tidur selama seminggu tampaknya terkait dengan perbedaan spesies bakteri usus," kata Dr. Wendy Hall, seorang penulis senior penelitian tersebut, dikutip dari Medical Daily, Rabu (9/8).

Tim peneliti menganalisis darah, feses, dan mikrobioma usus dari 934 partisipan dari sebuah studi nutrisi yang sedang berlangsung. Para peneliti kemudian membandingkan nilai-nilai ini antara partisipan dengan pola tidur yang tidak teratur dan mereka yang memiliki jadwal tidur yang rutin.

Temuan penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal Of Nutrition ini menunjukkan bahwa perbedaan 90 menit pada waktu titik tengah tidur (titik tengah antara waktu tidur dan waktu bangun tidur) dapat menyebabkan perbedaan komposisi mikrobioma usus. Pada partisipan dengan pola tidur yang tidak teratur, para peneliti menemukan tiga dari enam spesies mikrobiota yang merupakan indikator peradangan dan risiko kardiovaskular.

Selain tidur yang tidak teratur, pola makan yang tidak berkualitas, asupan minuman manis yang tinggi, serta kurangnya konsumsi buah-buahan dan kacang-kacangan juga mempengaruhi kesehatan usus.

"Tidur adalah pilar utama kesehatan, dan penelitian ini sangat tepat waktu mengingat meningkatnya minat terhadap ritme sirkadian dan mikrobioma usus. Bahkan perbedaan 90 menit pada titik tengah tidur dapat mendorong spesies mikrobiota yang memiliki hubungan kurang baik dengan kesehatan Anda," ujar Kate Bermingham, penulis pertama penelitian ini.

Para peneliti mengatakan bahwa uji klinis lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana mengatur waktu tidur dapat membawa perubahan positif pada mikrobioma usus.

"Beberapa asosiasi ini terkait dengan perbedaan pola makan, namun data kami juga menunjukkan bahwa ada faktor lain yang belum diketahui yang mungkin terlibat. Kami membutuhkan uji coba intervensi untuk mengetahui apakah meningkatkan konsistensi waktu tidur dapat mengarah pada perubahan yang menguntungkan dalam mikrobioma usus dan hasil kesehatan terkait," tutur Hall.

"Menjaga pola tidur yang teratur, jadi kapan kita pergi tidur dan kapan kita bangun setiap hari, adalah perilaku gaya hidup yang mudah disesuaikan yang dapat kita semua lakukan, yang dapat memengaruhi kesehatan Anda melalui mikrobioma usus menjadi lebih baik," papar Dr. Sarah Berry, salah satu penulis penelitian ini.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.