Dinkes Kapuas Hulu Ingatkan Masyarakat Bahaya Penyakit DBD
Jumat, 11 Agu 2023, 21:10 WIBKAPUAS HULU -- Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat terkait bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Jangan terlambat membawa anak atau keluarga berobat jika demam panas, agar segera diketahui jika itu DBD dapat segera dilakukan penanganan medis," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Kastono, kepada ANTARA, di Putussibau Kapuas Hulu, Jumat.
Disampaikan Kastono, dalam penanganan DBD bukanya hanya memberantas sarang nyamuk, akan tetapi lebih penting juga upaya penanganan apabila ada anggota keluarga yang mengalami demam panas tinggi dan terindikasi tertular penyakit DBD.
Menurutnya, jika terjadi demam dan panas tidak turun terutama pada anak-anak, jangan dianggap sepele, bisa saja itu bejalan penyakit DBD.
"Jika seseorang tertular DBD, mesti segera mendapatkan pertolongan medis, agar tidak berakibat fatal," katanya.
Dikatakan dia, meskipun tidak ada pasien DBD yang meninggal pada Agustus 2023 ini, akan tetapi perlu langkah-langkah penanganan cepat apabila ada gejala demam yang terindikasi DBD.
Dia menyebutkan pada 8 Agustus 2023, tercatat sebanyak 63 orang dinyatakan terserah DBD, dengan rincian di Kecamatan Utara enam orang, Putussibau Selatan 10 orang, Kalis dua orang, Bunut Hulu dua orang, Boyan Tanjung tiga orang, Pengkadan empat orang, Seberuang 14 orang, Semitau empat, Embaloh Hulu lima orang, Batang Lupar enam orang, Badau satu orang dan Kecamatan Empanang enam orang.
"Semuanya tertangani dan tidak ada kasus meninggal dunia," katanya.
Terkait upaya pencegahan DBD, kata Kastono, perlunya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan memberantas sarang atau jentik-jentik nyamuk.
Dijelaskannya, upaya pengasapan atau fogging sifatnya hanya sementara, akan tetapi yang lebih baik lagi kebiasaan hidup sehat terutama kepedulian kebersihan lingkungan.
Selain menerapkan pola hidup sehat, masyarakat juga harus membiasakan diri memberantas sarang nyamuk dengan cara menguras, menutup dan mengubur (3M plus) serta menabur bubuk larvasida(abate), obat anti nyamuk dan memakai kelambu saat tidur.
"Perhatian sejumlah genangan air ataupun tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," pesannya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Fogging untuk Mencegah DBD di Pulau Harapan
-
Uji Coba Pertama Wisata Malam Ragunan Diserbu Lebih dari 3.000 Pengunjung
-
Presiden Prabowo Usul Dana Korupsi Rp13 Triliun Diberikan ke LPDP, untuk Pendidikan Anak Bangsa
-
Pemkot Surabaya Perkuat Peran Guru dan Orang Tua Cegah Radikalisme di Kalangan Anak serta Remaja
-
Fasilitas Ruang Belajar untuk Penyintas Erupsi Lewotobi Laki-laki
-
Peringati Hari Santri Nasional, Wapres Gibran Dukung Penguatan Ekosistem Pendidikan Santri
-
Waspadalah! 61 Kasus DBD Terdeteksi di Jaktim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.