Dolar AS Naik Tipis karena Investor Tunggu Data Inflasi
Selasa, 08 Agu 2023, 07:52 WIBNEW YORK - Dolar AS hampir datar, hanya naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (7/8) atau Selasa pagi WIB, karena investor menunggu data inflasi AS pekan ini meski didukung secara luas oleh pejabat Federal Reserve yang mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,03 persen menjadi 102,0423 pada akhir perdagangan.
Gubernur Fed Michele Bowman mengatakan pada Senin (7/8) kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target bank sentral AS 2,0 persen.
Bowman, dalam sambutan yang disiapkan untuk disampaikan ke acara "Fed Listens" di Atlanta, mengatakan dia mendukung kenaikan suku bunga terbaru bulan lalu karena inflasi masih terlalu tinggi dan pertumbuhan lapangan kerja serta indikasi aktivitas lainnya menunjukkan ekonomi terus berkembang pada tingkat "laju moderat".
Sementara itu, kredit konsumen AS meningkat pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,0 persen selama kuartal kedua, Federal Reserve mengatakan pada Senin (7/8).
Kredit bergulir tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 7,1 persen, sedangkan kredit non-bergulir berkembang pada tingkat tahunan sebesar 3,0 persen. Pada Juni, kredit konsumen meningkat pada tingkat tahunan sebesar 4,3 persen.
Sementara itu, Indeks Pergerakan Investor (IMX) naik tipis menjadi 5,53 di Juli, naik tipis dari 5,46 pada Juni, TD Ameritrade melaporkan pada Senin (7/8).
IMX adalah indeks berbasis perilaku milik TD Ameritrade, yang menggabungkan posisi dan aktivitas investor Main Street di pasar-pasar.
Produksi industri Jerman turun 1,5 persen pada Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kantor statistik federal Jerman mengatakan pada Senin (7/8), menggarisbawahi tantangan yang dihadapi manufaktur di tengah penurunan ekonomi terbesar Eropa.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1007 dolar AS dari 1,1009 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2784 dolar AS dari 1,2754 dolar AS.
Dolar AS dibeli 142,4180 yen Jepang, lebih tinggi dari 141,86 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8730 franc Swiss dari 0,8727 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3364 dolar Kanada dari 1,3379 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,5779 krona Swedia dari 10,5834 krona Swedia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cegah Gagal Panen, Petani di Kabupaten Lebak Diminta Gunakan Varietas Inpari dan Inpago
-
Berita Transfer Chelsea: Agen Xavi Simons Ungkap Gagalnya Kepindahan, Maresca Jelaskan Keputusan soal Garnacho
-
Sri Sultan Beri Masukan Strategis atas Kebijakan Pengurangan Dana Transfer Daerah
-
Pertamina Patra Niaga Tebar THR E-Voucher Rp150 Juta Mulai 23 Februari - 10 Maret 2026, Ini Cara Dapatkannya!
-
Saham AS Naik Tipis, Dollar melemah Setelah Moody's Turunkan Peringkat
-
Gelar Berbagai Program Literasi dan Edukasi Aset Kripto, Pintu Diganjar Penghargaan
-
Dollar AS Melemah Karena Para Pedagang Pertimbangkan Prospek Tarif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.