Junta Niger Tutup Wilayah Udara, Tolak Serahkan Kekuasaan Presiden Bazoum

Senin, 07 Agu 2023, 08:58 WIB

NIAMEY - Junta Niger menutup wilayah udara negara itu sesaat sebelum berakhirnya tenggat waktu yang diberikan blok Afrika Barat ECOWAS untuk menyerahkan kembali kekuasaan kepada Presiden Mohamed Bazoum atau menghadapi kemungkinan intervensi militer.

ECOWAS mengeluarkan ultimatumnya seminggu lalu, menuntut junta mengembalikan Presiden Bazoum yang terpilih secara demokratis pada Minggu (6/8) tengah malam.

Ket. Foto: Gambar selebaran yang diambil dan dirilis pada 1 Agustus 2023 oleh Staf Pertahanan Prancis ini menunjukkan sebuah pesawat militer Prancis di bandara Diori-Hamani Niamey di Niger. Pemimpin kudeta mengumumkan Minggu, mereka menutup wilayah udara negara itu. — Sumber: VOA/AFP

Bazoum digulingkan pada 26 Juli oleh anggota pengawalnya sendiri yang menahannya di kursi kepresidenan.

"Menghadapi ancaman intervensi, yang semakin jelas melalui persiapan negara-negara tetangga, wilayah udara Niger ditutup mulai hari ini pada Minggu ... untuk semua pesawat hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata para jenderal dalam pernyataan yang dirilis sesaat sebelum batas waktu. lulus.

Setiap upaya yang melanggar wilayah udara negara akan mendapatkan "tanggapan yang energik dan segera", tambah pernyataan itu.

Dalam pernyataan terpisah, Dewan Nasional untuk Perlindungan Tanah Air (CNSP) yang sekarang berkuasa, para jenderal yang telah mengambil alih kekuasaan, mengatakan "pra-pengerahan dalam persiapan intervensi telah dilakukan di dua negara Afrika Tengah," tanpa menyebut nama mereka.

"Setiap negara yang terlibat akan dianggap ikut berperang," demikian peringatan itu.

Ribuan pendukung kudeta berkumpul pada Minggu pagi di sebuah stadion di ibu kota Niamey untuk mendukung CNSP.

Di stadion Seyni Kountche berkapasitas 30.000 tempat duduk, yang dinamai dengan nama pemimpin kudeta pertama Niger pada 1974, para pemimpin CNSP termasuk Jenderal Mohamed Toumba menyambut kerumunan yang bersorak sorai, tidak menunjukkan tanda-tanda kesediaan untuk menyerahkan kekuasaan.

Tempat itu dibungkus dengan bendera Rusia dan membawa potret para pemimpin CNSP.

Kepala staf militer ECOWAS pada Jumat menyetujui rencana kemungkinan intervensi untuk merespons krisis di Niger, salah satu yang terbaru dari kudeta-kudeta yang terjadi di kawasan Sahel Afrika sejak 2020.

"Kami ingin diplomasi berhasil, dan kami ingin pesan ini disampaikan dengan jelas kepada mereka (militer) bahwa kami memberi mereka kesempatan untuk membalikkan apa yang telah mereka lakukan," kata komisioner ECOWAS Abdel-Fatau Musah.

Namun dia memperingatkan, "semua elemen yang akan terlibat dalam intervensi telah disiapkan", termasuk bagaimana dan kapan kekuatan akan dikerahkan.

Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara juga meminta para pemimpin kudeta mundur Minggu malam menjelang Hari Kemerdekaan negaranya sendiri.

"Kami mengutuk upaya kudeta di Niger, yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan di sub-wilayah itu," kata Ouattara. "Penting" untuk "tatanan konstitusional" Bazoum yang dipilih secara demokratis diizinkan untuk memerintah, katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.