Pembangunan Infrastruktur KIT Batang Dikebut
Kamis, 03 Agu 2023, 08:47 WIBJAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, di Jawa Tengah. Proyek tersebut ditargetkan tuntas akhir tahun ini.
Adapun Kementerian PUPR secara terpadu telah membangun infrastruktur sebagai sarana untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan KIT Batang. Dukungan infrastruktur utamanya untuk mempermudah akses kawasan, pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), penyediaan hunian pekerja hingga pengolahan sampah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam proses pembangunan infrastruktur KIT Batang, Kementerian PUPR terus mengupayakan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal dan produk dalam negeri. "Pembangunan kawasan industri ini merupakan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitas disediakan pemerintah, seperti jalan, air, sanitasi, dan perumahan sehingga investor yang datang hanya perlu membangun pabrik dan langsung beroperasi," kata Basuki di Jakarta, Rabu (2/8).
Untuk mendukung konektivitas, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Ditjen Bina Marga pada tahun 2020-2022 telah menyelesaikan pembangunan jalan kawasan dan akses menuju KIT Batang sepanjang 50,2 kilo meter (km) dan 10 jembatan sepanjang 667 meter dengan total anggaran 1,82 triliun rupiah.
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana juga membangun drainase utama (bendung) KIT Batang untuk mengendalikan banjir kawasan seluas 450 hektare. Pekerjaannya telah dimulai pada 2021 dengan biaya APBN senilai 46 miliar rupiah.
Selain itu, Ditjen SDA juga membangun penyediaan air baku yang bersumber dari Sungai Urang paket 1 dan 2 berbentuk embung/ reservoir dengan kapasitas tampung sekitar 1 juta meter kubik. Selanjutnya, sumber air dari Bendung Sungai Urang dimanfaatkan untuk penyediaan air minum KIT Batang dengan membangun Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) yang dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya.
Dukungan infrastruktur berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 285 liter/ detik, pekerjaan reservoir 4.500 m3, jaringan perpiaan air minum, dan bangunan pendukung. Proyek ini mulai dikerjakan pada 2021-2023 dengan kontraktor PT Duta Rama-PT Gala Karya (KSO) dengan nilai kontrak sekitar 166 miliar rupiah. Progres pekerjaan hingga Juni 2023 mencapai 86,7 persen dan ditargetkan selesai tahun ini.
Pengolahan Sampah
Kepala BPPW Jateng Kuswara mengatakan, infrastruktur bidang permukiman lainnya untuk mendukung pengembangan KIT Batang adalah pembangunan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 140 ton per hari.
Untuk mendukung kawasan Fase I seluas 450 hektare telah diselesaikan pembangunan 1 unit hanggar berkapasitas pengolahan 35 ton per hari beserta bangunan pendukung untuk mengolah sampah domestik dari tenant, rumah susun, dan lainnya.
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
- Basuki Hadimuljono
- Batang
- Kawasan Industri Terpadu
- Proyek Strategis Nasional (PSN)
- Sumber Daya Air
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Bikin Sulit Rakyat! Gas Bersubsidi Dioplos di Tanjung Priok, Lima Pelaku Ditangkap
-
Tak Perlu Kunjungan, Hungaria Nyatakan Berminat Investasi di Batang
-
Kemiskinan Jadi PR Besar, Tahun Ini Pemerintah Pasang Fokus Utama
-
BMKG Prakirakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah RI pada Rabu
-
Prancis akan Meningkatkan Jumlah Hulu Ledak Nuklirnya
-
Aldila Sutjiadi Harus Adaptasi dengan Cuaca Dingin Ceko Jelang Ostrava Open
-
Di Dialog Kebangsaan MPR, Jimly Asshiddiqie Dorong Kaji Ulang Konstitusi, Sebut 2026–2027 Momentum Perubahan Kelima UUD 1945
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.