Tak Perlu Kunjungan, Hungaria Nyatakan Berminat Investasi di Batang

Selasa, 02 Jun 2026, 12:57 WIB

BATANG - Tanpa kunjungan presiden, Batang memperoleh janji investasi dari Hungaria. Pemerintah menyampaikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berhasil menarik minat investor asal Hungaria.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) di bidang energi hijau dalam forum bisnis Indonesia’s New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone di Budapest, Hungaria.

Ket. Foto: Minat investasi — Sumber: Ist

Dua MoU tersebut ditandatangani antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku badan usaha pembangun dan pengelola KEK Industropolis Batang dengan perusahaan asal Hungaria, yakni Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft. Kedua perusahaan bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.

“Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kami mengundang dunia usaha internasional tidak hanya untuk menyaksikan transformasi Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Edwin menegaskan Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan strategis di sektor kesehatan, farmasi, sains, dan inovasi. Hungaria dikenal sebagai salah satu pusat riset farmasi terkemuka di Eropa Tengah dan Timur, sementara Indonesia menawarkan skala pasar dan infrastruktur yang kompetitif untuk pengembangan investasi jangka panjang.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama KEK Industropolis Batang Agung Putu Ngurah Wirawan memaparkan perkembangan signifikan kawasan yang hingga kini telah mencatatkan total investasi sebesar 1,3 miliar dolar AS dan menyerap sekitar 11.000 tenaga kerja langsung.

Ia mengatakan tingginya minat investor terhadap kawasan tersebut tercermin dari peningkatan penjualan lahan yang jauh melampaui rata-rata kawasan industri nasional.

“Pada 2024, penjualan lahan di KEK Industropolis Batang mencapai 104 hektare dan pada 2025 telah mencapai 97 hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata penjualan kawasan industri pada umumnya yang hanya berkisar 15-20 hektare per tahun. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi dan daya saing KEK Industropolis Batang,” ujar Agung.

Selain mempromosikan peluang investasi di KEK Industropolis Batang, pemerintah juga memperkenalkan sejumlah KEK sektor kesehatan kepada komunitas bisnis Hungaria, di antaranya KEK Sanur, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.

Dalam sesi business matching yang diwakili Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Bambang Wijanarko, sejumlah potensi kerja sama turut dibahas, antara lain pengembangan sektor manajemen air dan daur ulang air industri untuk mendukung kebutuhan kawasan di masa depan.

Selain itu, dibahas pula peluang investasi properti dan fasilitas pendukung bagi pekerja di KEK Industropolis Batang, serta penjajakan skema pendanaan bersama antara pemerintah Hungaria dan Indonesia guna mendukung proyek-proyek strategis.

Sebelum forum berlangsung, delegasi Indonesia melakukan serangkaian pertemuan dengan Hungarian Export Promotion Agency (HEPA), Hungarian Chamber of Commerce and Industry (HCCI), dan Hungarian Water Partnership pada 20 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Hungaria menunjukkan minat besar terhadap sektor pengelolaan air, energi hijau, teknologi digital, dan smart city. Bahkan, pihak HCCI mengusulkan agar KEK Industropolis Batang dijadikan proyek percontohan teknologi pengolahan air Hungaria di Indonesia.

Rangkaian promosi investasi ini dinilai berhasil memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Eropa Timur dan Tengah sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau, pengelolaan air, teknologi digital, dan manufaktur maju.

Sebagai tindak lanjut, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama PT KITB dan kementerian/lembaga terkait akan mempercepat agenda business matching lanjutan, kunjungan investor ke Indonesia, serta pembahasan implementasi kerja sama investasi dan transfer teknologi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.