Menkes Tegaskan Penderita Hepatitis di Indonesia Harus Terobati

Sabtu, 29 Jul 2023, 01:10 WIB

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan penderita hepatitis harus bisa diobati. Hal tersebut mengingat intervensi hepatitis yang efektif saat ini sudah tersedia.

"Tidak ada cukup alasan bagi penderita hepatitis tidak terdiagnosis dan tidak diobati, ketika intervensi yang efektif sebenarnya sudah tersedia," ujar Menkes dalam Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-14 Tahun 2023, di Jakarta, Jumat (28/7).

Ket. Foto: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-14 Tahun 2023, di Jakarta, Jumat (28/7). — Sumber: Koran Jakarta/Muhamad Ma’rup/Tangkapan Layar

Dia menyebutkan, lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia menderita hepatitis. 9 dari 10 penderita tidak menyadari kondisi mereka, padahal hepatitis merupakan penyebab utama kanker hati dan nomor 4 tertinggi penyebab kematian terkait kanker. "Ini adalah tantangan serius yang harus kita atasi," jelasnya.

Deteksi Dini

Menkes menekankan, deteksi dini dan pengobatan hepatitis yang terintegrasi sangat penting. Pihaknya berkomitmen untuk mengeliminasi di Indonesia dengan mengadopsi strategi komprehensif diantaranya meningkatkan akses deteksi dini hepatitis, menyediakan akses deteksi dini hepatitis, menyediakan pengobatan dan vaksin yang memadai, serta penguatan surveilans terutama bagi ibu hamil dan kelompok berisiko tinggi.

Dia menambahkan, kerja sama lintas sektor dan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai hasil yang positif. Menurutnya, semua pihak harus memastikan tes dan pengobatan hepatitis tersedia untuk semua. "Mari kita jaga kesehatan hati kita. Karena satu kehidupan, satu hati," tandasnya.

Ketua Komite Ahli Hepatitis, David Handojo Muljono, mengungkapkan pada 2020 WHO sudah mengeluarkan resolusi bahwa hepatitis menjadi prioritas penanganan dunia. Di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013 menunjukkan sekitar 18 juta orang Indonesia mengidap hepatitis B.

"Ibu hamil di Indonesia sebanyak 3,2 juta bisa dites hepatitis. Ini suatu prestasi karena hingga saat ini hanya Indonesia yang bisa melakukan pemeriksaan 3,2 juta ibu hamil dengan gratis," katanya.

Dia menyatakan, Indonesia merupakan negara pionir di Asia yang memberikan tenofovir disoproxil fumarate kepada ibu hamil. Dia mengimbau masyarakat untuk lebih terlibat dalam kampanye kesadaran penyakit hepatitis.

"Mari kita berbagi informasi yang benar tentang pencegahan hepatitis, permasalahan hepatitis di Indonesia perlu menjadi perhatian bagi kita semua dan diperlukan peran aktif dari setiap individu sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.