Padi Organik Perkuat Stok Pangan
Jumat, 28 Jul 2023, 08:37 WIBJAKARTA - Pemerintah mendorong penanaman padi organik di daerah terus meningkat mengingat sistem tanam tersebut ditengarai dapat mendongkrak produktivitas hasil panen. Padi organik diharapkan bisa memperkuat stok pangan di dalam negeri, terutama dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem ke depannya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggelar panen dan tanam padi di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam mempersiapkan ketersediaan pangan saat menghadapi cuaca ektrem El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang.
Dalam acara tersebut, Mentan melakukan penanaman sekaligus pemanenan padi organik yang diinisiasi Poktan Ayam Tenang dengan dukungan penyubur seperti kotoran hewan ternak dan cairan biosaka. "Saya merasa kagum karena Semarang memiliki hamparan sawah cukup besar, yakni hampir 1.700 hektare. Ternyata air di sini sangat banyak, Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas tidak surut," ujar Mentan melalui keterangannya, Kamis (27/7).
Mentan mengatakan, sejauh ini Semarang adalah daerah strategis yang memiliki hamparan sawah luas dan subur. Terlebih, sebagian besar suplai pangan di Jawa Tengah juga merupakan hasil produksi petani di wilayah Semarang.
Menurutnya, salah satu yang perlu dilakukan saat ini adalah mempercepat proses tanam 1.000 hektare di semua daerah. Termasuk membagi zona hijau, kuning, dan merah untuk saling menguatkan ketersediaan pangan di masing-masing wilayah.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, mengatakan panen padi organik ini mampu menunjukkan hasil maksimal. Rerata produktivitas di Mijen ini mencapai tiga kali dalam setahun alias sudah menerapkan pola tanam IP300.
Jamin, 64 tahun, salah satu petani dari Poktan Ayam Tenang mengatakan selama ini penggunaan pupuk organik yang dipadukan dengan penyemprotan biosaka mampu menjaga tanaman padi jauh lebih sehat dan subur. Selain itu, pupuk organik juga bisa menekan penggunaan pupuk kimia yang kini mulai langka.
Siapkan Anggaran
Selain memacu produktivitas di dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan anggaran senilai delapan triliun rupiah lebih untuk mengantisipasi kekurangan pangan dampak kekeringan akibat El Nino. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan pemerintah mulai Oktober sampai Desember akan mengucurkan delapan triliun rupiah bantuan kepada masyarakat untuk mengendalikan harga-harga.
Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, meminta agar langkah untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino dioptimalkan, yakni dengan mengupayakan langkah antisipatif dan adaptif.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Wakil Ketua MPR Nilai Krisis Energi Momentum Benahi Subsidi BBM dan LPG untuk Kurangi Beban APBN
-
Sampah Bikin Rontok Omzet Pedagang
-
Waspada Macet, 3 Stasiun KRL Ini Bakal Jadi Titik Paling Padat Saat Lebaran 2026
-
PAM Jaya Kembangkan Inovasi Ciptakan Air dari Udara dan Kurangi Plastik
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Pohon Tumbang Menimpa Dua Kendaraan di Pasar Atas Curup Rejang Lebong
-
BI Umumkan Penyesuaian Kegiatan Operasional Selama Libur Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.