• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Berlaku Hanya untuk Jarak...

Berlaku Hanya untuk Jarak Lebih dari 10.000 Tahun Cahaya

Selasa, 25 Jul 2023, 06:25 WIB

Teknik baru dalam mendeteksi potensi sinyal radio alien yang digunakan untuk The Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), menggunakan apa yang disebut teknik kilau, bersama dengan lokasi langit, selama pengamatan SETI. Teknik ini juga menggunakan Teleskop Green Bank di West Virginia, sebuah teleskop radio terbesar di dunia yang dapat dikendalikan dan teleskop MeerKAT di Afrika Selatan.

Andrew Siemion, peneliti utama untuk Breakthrough Listen dan direktur Berkeley SETI Research Center (BSRC), yang menjalankan program SETI terlama di dunia mencatat, di masa depan, Breakthrough Listen akan menggunakan apa yang disebut teknik kilau.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ JEFF PACHOUD

Selama lebih dari 60 tahun, peneliti SETI telah memindai langit untuk mencari sinyal yang terlihat berbeda dari pancaran radio khas bintang dan peristiwa bencana, seperti supernova. Satu perbedaan utama adalah bahwa sumber gelombang radio kosmik alami menghasilkan rentang panjang gelombang yang luas yaitu, gelombang radio pita lebar (broadband). Sedangkan gelombang di Bumi menghasilkan sinyal radio pita sempit (narrowband).

Karena latar belakang semburan radio pita sempit yang sangat besar dari aktivitas manusia di Bumi, menemukan sinyal dari luar angkasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Sejauh ini, tidak ada sinyal radionarrowbanddari luar Tata Surya yang telah dikonfirmasi, meskipun Breakthrough Listen menemukan satu kandidat menarik dijuluki BLC1 pada 2020.

"Analisis selanjutnya menentukan bahwa itu hampir pasti karena interferensi radio," kata Siemion yang saat ini merupakan profesor emeritus astronomi UC Berkeley.

Siemion dan rekan-rekannya menyadari, bagaimanapun, bahwa sinyal nyata dari peradaban ekstraterestrial harus menunjukkan fitur yang disebabkan oleh jalur melalui efek medium antarbintang, ISM (interstellar medium). Jalur ini dapat membantu membedakan antara sinyal radio berbasis Bumi dan luar angkasa.

Berkat penelitian sebelumnya yang menjelaskan bagaimana plasma dingin di medium antarbintang, terutama elektron bebas, mempengaruhi sinyal dari sumber radio seperti pulsar, para astronom sekarang memiliki ide bagus bagaimana ISM mempengaruhi sinyal radio pita sempit.

Sinyal seperti itu cenderung naik dan turun dalam amplitudo dari waktu ke waktu yaitu, gemilang. Ini karena sinyal sedikit dibiaskan, atau dibengkokkan, oleh plasma dingin yang mengganggu, sehingga ketika gelombang radio akhirnya mencapai Bumi melalui jalur yang berbeda, gelombang tersebut mengganggu, baik secara positif maupun negatif.

Atmosfer Bumi menghasilkan kilau serupa atau kelap-kelip, yang mempengaruhi titik cahaya optik dari sebuah bintang. Planet, yang bukan merupakan titik sumber cahaya, tidak berkelap-kelip.

Mahasiswa pascasarjana Bryan Brzycki di Green Bank Telescope, mengembangkan algoritma komputer tersedia sebagai skrip Python, yang menganalisis kecemerlangan sinyal pita sempit dan mencabut sinyal yang redup dan cerah selama periode kurang dari satu menit, yang menunjukkan bahwa mereka telah melewati ISM. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.