APBN Fokus Tingkatkan Kualitas SDM
Senin, 24 Jul 2023, 10:04 WIBJAKARTA - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyebutkan APBN memprioritaskan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan anak-anak Indonesia sebagai penerus generasi bangsa melalui jaminan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.
"Perhatian APBN kepada anak-anak ada di banyak area. Di bidang kesehatan misalnya, kami memasukkan anggaran makanan yang sehat untuk anak-anak, vaksinasi, hingga berbagai upaya kesehatan lainnya agar menjaga kesehatan mereka" ujar Isa dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (22/7).
Isa menjelaskan belanja negara didesain untuk mendukung anak-anak Indonesia agar mampu tumbuh dengan sehat dan menjadi manusia yang cerdas. Bahkan, banyak komponen belanja APBN didedikasikan untuk memberi perhatian yang besar bagi anak-anak.
Untuk pendidikan, Undang-Undang Dasar (UUD) bahkan mengamanatkan sebesar 20 persen dari APBN harus dialokasikan untuk pendidikan.
Pada 2022 dan 2023 di tengah pandemi, dia mengungkapkan anggaran untuk bidang pendidikan tidak menurun. Pemerintah justru memberikan alokasi khusus untuk anak-anak agar bisa mengakses pendidikan dengan secara daring.
Alokasi anggaran bidang pendidikan diberikan melalui beberapa program, seperti Program Indonesia Pintar yang diberikan kepada 17,9 juta dengan anggaran 9,7 triliun rupiah untuk masing-masing pada 2022 dan 2023, serta Kartu Indonesia Pintar Kuliah kepada 780 ribu mahasiswa senilai 10 triliun rupiah pada 2022 dan kepada 893 ribu mahasiswa senilai 12,8 triliun rupiah 2023.
Ada pula anggaran untuk Pendidikan Kecakapan Kerja sebesar 131,5 miliar rupiaj pada 2022 dan 139,3 miliar rupiah pada 2023 untuk 30 ribu lebih anak. Pemerintah juga memberikan pendidikan kecakapan wirausaha untuk sekitar 19 ribu orang kepada anak usia sekolah yang tidak sekolah dengan anggaran sebesar 124 miliar rupiah dan tahun ini menjadi 147 miliar rupiah.
Sementara, di bidang kesehatan, Dirjen Anggaran menuturkan pemerintah mendukung imunisasi dasar sebesar 112 miliar eupiah serta pencegahan dan pengendalian penyakit, yang sebagian diberikan untuk anak-anak sebesar 1,8 triliun rupiah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertemuan Paus Leo XIV dan Menlu AS Marco Rubio di Vatikan
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Anggota WHO Sepakat Perpanjang Negosiasi Pandemi
-
Sedekah Laut dan Bumi Tambaklorok Semarang Dimeriahkan oleh 400 Kapal Nelayan
-
Fundamental Ekonomi Kuat, Fiskal Resilien, Ekonom: Jangan Lengah, Efektivitas Belanja Harus Dijaga!
-
Polda Jabar Tebar Benih Rotan dan Saninten di Gunung Gede
-
Menaker: BLK Kini Tak Sekadar Tempat Pelatihan, tapi Juga Inkubator Bisnis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.