5,5 Miliar Orang akan Terdampak Polusi Air Permukaan

Kamis, 20 Jul 2023, 00:13 WIB

BANGKOK - Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Water edisi Selasa (17/7) menyebutkan bahwa lebih dari setengah populasi dunia dapat terdampak oleh polusi air permukaan pada 2100.

Berdasarkan penelitian sebuah tim internasional menemukan bahwa kualitas air permukaan yang buruk dapat mempengaruhi 5,5 miliar orang pada 2100, dan orang-orang yang tinggal di negara berkembang akan terpengaruh secara tidak proporsional.

Ket. Foto: Perubahan iklim dan pembangunan sosial-ekonomi seperti perubahan populasi, penggunaan lahan, dan pertumbuhan ekonomi, diperkirakan akan mempengaruhi air dalam beberapa dekade mendatang. — Sumber: ISTIMEWA

Polusi air permukaan mengacu pada kontaminasi badan air, seperti sungai, danau, dan lautan, oleh zat berbahaya dan polutan dari aktivitas manusia atau sumber alami.

"Perubahan iklim dan pembangunan sosial-ekonomi seperti perubahan populasi, penggunaan lahan, dan pertumbuhan ekonomi, diperkirakan akan mempengaruhi air dalam beberapa dekade mendatang," demikian laporan studi tersebut, yang mengacu dampaknya terhadap suhu dan salinitas air, polusi organik dan patogen.

Para peneliti menemukan bahwa kawasan Afrika Sub-Sahara kemungkinan akan menjadi hotspot global pencemaran air permukaan pada akhir abad ini, terlepas dari skenario iklim dan sosial ekonomi di masa depan.

"Hal ini terjadi karena kombinasi penurunan kualitas air permukaan dan perubahan demografis misalnya pertumbuhan populasi," ucap Edward Jones, rekan penulis utama studi tersebut dari Universitas Utrecht di Belanda.

Jones juga mengatakan bahwa kawasan Asia timur dan Pasifik secara historis menjadi hotspot dominan untuk polusi air permukaan.

Perlu Perlindungan

Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), saat ini, lebih dari seperempat populasi dunia bergantung pada air minum yang tidak aman, dengan sekitar 80 persen orang hidup di bawah tekanan air di Asia, khususnya di wilayah Tiongkok timur laut, India dan Pakistan.

Penelitian Selasa, menunjukkan kualitas air dapat dipengaruhi oleh polutan dari berbagai sektor penggunaan air, termasuk kegiatan rumah tangga, manufaktur, peternakan, dan irigasi.

Menurut peneliti di Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewawut, menegaskan temuan ini menandakan perlunya langkah-langkah untuk melindungi sumber daya air permukaan demi menjaga kesejahteraan masyarakat.

"Jika tidak, maka akan banyak populasi yang jiwanya terancam akibat kualitas air permukaan yang buruk. Itu perlu diantisipasi sejak sekarang. Jangan tunggu puluhan tahun lagi," tegas Siprianus.

Kekhawatiran ini, papar Siprianus, sangat beralasan sebab laporan United Nations Children's Fund (UNICEF) menunjukkan bahwa lebih dari 800 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai, dan praktik kebersihan yang buruk.

"Kita tidak ingin itu terus terjadi atau bahkan jumlahnya bertambah. Kehidupan generasi ke depan sangat bergantung pada kemampuan generasi sekarang menjaga kualitas lingkungan hidupnya," tandas Siprianus.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.