Sekjen PBB Peringatkan Risiko AI bagi Keamanan Global

Rabu, 19 Jul 2023, 10:17 WIB

PBB - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (18/7) memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat menimbulkan risiko bagi perdamaian dan keamanan global. Ia menyerukan semua negara anggota untuk segera memasang pagar pembatas agar teknologi tetap terkendali.

Jelas bahwa AI akan berdampak pada setiap bidang kehidupan kita, kata Guterres pada pertemuan pertama Dewan Keamanan PBB tentang topik tersebut.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Sekjen PBB Antonio Guterres pada pertemuan pertama Dewan Keamanan PBB tentang topik teknologi AI. — Sumber: DW

"AI generatif memiliki potensi yang sangat besar untuk kebaikan dan kejahatan dalam skala besar," katanya. Ia mencatat, meskipun dapat membantu mengakhiri kemiskinan atau menyembuhkan kanker, teknologi ini juga dapat memiliki "konsekuensi yang sangat serius bagi perdamaian dan keamanan global."

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly, yang negaranya saat ini memegang jabatan presiden Dewan Keamanan bergilir, mengatakan AI "akan memengaruhi pekerjaan dewan ini. Teknologi itu dapat meningkatkan atau mengganggu stabilitas strategis global."

"Ini menantang asumsi mendasar kami tentang pertahanan dan pencegahan. Menimbulkan pertanyaan moral tentang pertanggungjawaban atas keputusan mematikan di medan perang," kata Cleverly. Inggris akan menjadi tuan rumah KTT AI akhir tahun ini.

Guterres meminta negara-negara anggota untuk memberlakukan pakta yang mengikat secara hukum untuk "melarang sistem senjata otonom mematikan" pada akhir 2026.

Sementara AI dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola kekerasan atau untuk memantau gencatan senjata, Guterres memperingatkan bahwa jika digunakan oleh teroris atau pemerintah dengan niat buruk, dapat menyebabkan "tingkat kematian dan kehancuran yang mengerikan."

Dia juga memperingatkan AI yang tidak berfungsi dapat mendatangkan malapetaka, terutama jika teknologi tersebut digunakan dalam kaitannya dengan sistem senjata nuklir atau bioteknologi.

"Saya mendesak sebuah kesepakatan tentang prinsip umum bahwa agensi dan kontrol manusia sangat penting untuk senjata nuklir dan tidak boleh ditarik," katanya.

Dia meminta kelompok kerja untuk mengembangkan opsi tata kelola AI global pada akhir tahun.

Guerres menegaskan kembali dukungannya untuk sebuah entitas PBB untuk mendukung upaya mengatur penggunaan AI, seperti Badan Energi Atom Internasional atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.