Asyiknya Berlibur, Pemukiman Badui Ramai Dikunjungi Wisatawan Selama Liburan Sekolah

Senin, 17 Jul 2023, 08:24 WIB

Lebak - Asyiknya berlibur, pemukiman kawasan masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Tanah Air selama liburan sekolah.

"Kami bersama teman -teman ke sini merasa senang bisa mengunjungi Badui Dalam," kata Budiyanto, wisatawan dari Jakarta saat ditemui di pemukiman Badui, Minggu malam.

Ket. Foto: Wisatawan istirahat setelah menempuh perjalanan selama lima jam berjalan kaki menembus hutan dari pemukiman Kampung Badui Dalam sampai Terminal Ciboleger Kabupaten Lebak. — Sumber: ANTARA/Mansur

Kunjungan ke pemukiman Badui Dalam yakni Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana
untuk kali pertama itu dilakukan bersama rombongan pelajar dari salah satu sekolah menengah di Jakarta.

Perjalanan menuju pemukiman Badui Dalam itu cukup melelahkan dan menguras tenaga banyak, karena kondisi jalan setapak yang melintasi kawasan yang curam, terjal dan tebing.

Rombongan itu berjalan kaki dari Terminal Cibolegersebagai pintu pertama masuk Badui Dalam dengan menempuh perjalanan selama lima jam atau sekitar 20 kilometer.

"Kami ke Kampung Badui Dalam itu menginap satu hari pada hari Sabtu (15/7) dan kembali Minggu (16/7)," kata Budiyanto.

Menurut dia, selama perjalanan menuju pemukiman Badui Dalam cukup ramai dan kebanyakan pelajar.

Para wisatawan pelajar itu mereka keingintahuan kehidupan masyarakat Badui Dalam sehari-hari.

Di mana orang-orang Badui Dalam jika berpergian kemana pun selalu berjalan kaki dan berbeda dengan kehidupan Badui Luar yang sudah modern dan bisa menggunakan handphone android dan naik angkutan.

"Kami sekarang sudah mengetahui antara kehidupan adat warga Badui Dalam dan saBadui Luar tentu berbeda,"kata Budiyanto yang menyatakan sebagai pelajar SMA di Jakarta Selatan.

Begitu juga Zakaria, seorang tenaga pengajar di salah satu SMA di Kabupaten Lebak mengaku dirinya bersama rombongan kelas tiga mengunjungi kawasan pemukiman masyarakat Badui Dalam.

Mereka berjalan kaki sambil menikmati panorama alam di Pegunungan Kendeng sebagai tempat tinggal masyarakat Badui.

"Kami ke Badui Dalam itu untuk mengisi hari libur sekolah dan Senin (17/7) sudah masuk kembali belajar," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, dirinya menikmati panorama alam pemukiman kawasan Badui yang masih asri dan lestari dengan pepohonan hijau, juga topografinya perbukitan, pegunungan dan banyak ditemukan jalan curam dan tebing.

Selama ini, kondisi pemukiman Badui tidak terdapat jalan aspal maupun kendaraan roda dua dan roda, sehingga berjalan kaki melelahkan juga menyehatkan.

"Kami berjalan kaki menempuh perjalanan selama lima jam ke Badui Dalam cukup senang dan mengasyikkan," katanya menjelaskan.

Sementara itu, tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan selama liburan sekolah pemukiman kawasan Badui ramai dikunjungi wisatawan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat adat.

Dimana kawasan Badui itu terdapat pelaku usaha micro kecil dan menengah (UMKM), sehingga banyak wisatawan membeli aneka kerajinan untuk oleh-oleh,seperti kain tradisional, tas koja, baju kampret, lomar, suvernir, batik Badui, dan lainnya.

Mereka pelaku UMKM itu dipastikan terbantu pendapatan ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badui.

"Kami meyakini dengan banyak kunjungan wisatawan ke sini tentu dapat menggulirkan uang hingga jutaan rupiah di kawasan permukiman Badui," kata Jaro Saija.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.