Microsoft Ungkap Cara Hacker Tiongkok Curi Email Pemerintah AS

Sabtu, 15 Jul 2023, 10:56 WIB

WASHINGTON - Microsoft mengatakan para peretas (hackers) menggunakan cacat dalam kode Microsoft untuk mencuri email lembaga pemerintah dan klien lainnya.

Dalam unggahan blog yang diterbitkan, Jumat (14/7), Microsoft mengatakan bahwa peretas Tiongkok dapat memanfaatkan "kesalahan validasi dalam kode Microsoft" untuk melakukan kampanye spionase dunia maya.

Ket. Foto: Microsoft Theater di Los Angeles, California, AS 19 Oktober 2018. — Sumber: CNA/REUTERS/Mike Blake

Blog tersebut memberikan penjelasan lengkap terkait peretasan yang mengguncang industri keamanan dunia maya dan hubungan Tiongkok-AS. Beijing membantah terlibat dalam kegiatan mata-mata itu.

Pejabat Microsoft dan AS mengatakan pada Rabu (12/7) malam, peretas yang terkait dengan negara Tiongkok sejak Mei diam-diam mengakses akun email sekitar 25 organisasi, termasuk dua lembaga pemerintah AS.

Microsoft belum mengidentifikasi salah satu target peretasan, tetapi beberapa korban mengakui telah terpengaruh, termasuk personel di Departemen Luar Negeri, Departemen Perdagangan, dan Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan kepada diplomat senior Tiongkok, Wang Yi, dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Kamis (13/7), bahwa setiap tindakan yang menargetkan pemerintah AS, perusahaan AS, atau warga negara Amerika "menjadi perhatian mendalam bagi kami, dan kami akan mengambil tindakan tepat untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," menurut seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri.

Praktik keamanan Microsoft sendiri telah diawasi, pejabat dan anggota parlemen meminta perusahaan yang berbasis di Redmond, Washington itu untuk membuat audit digital tingkat atas, logging, tersedia untuk semua pelanggannya secara gratis.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.