Tempat Tumbuhnya Budaya

Rabu, 21 Jun 2023, 06:25 WIB

Para pedagang Makau menjalankan bisnis dengan sangat baik. Seperti di koloni lain, warga negara kelahiran Eropa membentuk aristokrasi Makau, dan di bawahnya adalah orang Eropa yang lahir di kekaisaran, dan di bawahnya adalah orang dari ras campuran.

Banyak elit Eropa di Makau tinggal di rumah-rumah besar yang dilengkapi dengan furnitur dan karya seni terbaik yang tersedia di Asia. Budak, baik orang Afrika maupun Tiongkok, digunakan untuk melayani di rumah tangga ini.

Ket. Foto: — Sumber: Peter PARKS / AFP

Portugis adalah bahasa resmi di Makau kala itu, tetapi dengan perkawinan antar ras, segera berkembang populasi besar warga dwibahasa. Demikian juga, budaya menjadi campuran antara unsur Eropa dan lokal, sebuah fenomena yang sangat jelas dalam pola makan dan pakaian.

Warga negara Tionghoa juga berdagang sebagai pedagang penduduk tetap di koloni, dan sebagian besar usaha kecil seperti toko dan bengkel kerajinan yang melayani kebutuhan penduduk dijalankan oleh orang Tionghoa.

Sejak abad ke-17, Inggris dan Belanda menaruh minat aktif di Asia timur dan menantang upaya Portugis untuk memaksakan monopoli perdagangan. Kedua negara membentuk perusahaan perdagangan yang sangat efisien. Pada 1601, Portugis menangkap kapal-kapal Belanda di Tidore di Kepulauan Rempah-Rempah dan di Makau, mengeksekusi para awak kapal.

Namun hal itu tidak membuat Belanda menyerah, namun malah menguatkan tekad mereka. Keduanya kemudian banyak terlihat dalam peperangan. Belanda mengambil kendali langsung atas Kepulauan Rempah pada akhir abad ke-16, lalu menyerang Makau pada 1622 dan 1626, namun gagal.

Di tempat lain Belanda semakin gigih menyerang Portugis dengan mengambil alih Malaka pada 1641, Colombo pada 1656, dan Cochin pada 1663. Dari jumlah itu hanya Makau dan Timor yang tetap berada di tangan Portugis di Asia timur.

Hubungan dengan Jepang juga memburuk sejak 1639 ketika Keshogunan Tokugawa berkuasa (1603-1868). Para pemimpin militer Jepang semakin curiga terhadap orang asing, semua orang Portugis diusir dari negara itu dan perdagangan dengan Makau dihentikan. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.