Pencegahan Jadi Cara Paling Efektif untuk Akhiri Terorisme

Rabu, 21 Jun 2023, 00:02 WIB

NEW YORK - Masyarakat internasional harus fokus pada pencegahan sebagai pendekatan paling efektif untuk mengakhiri ancaman terorisme global. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, di New York, Senin (19/6).

"Pencegahan berarti lebih dari sekadar menggagalkan serangan dan menginterupsi rencana," kata Guterres alam konferensi tingkat tinggi PBB untuk para kepala badan antiterorisme dari negara-negara anggota.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres — Sumber: YUKI IWAMURA/AFP

Seperti dikutip dari Antara, Guterres mengatakan itu berarti mengatasi kondisi mendasar yang dapat mengarah pada terorisme, seperti kemiskinan, diskriminasi, ketidakpuasan, infrastruktur, dan institusi yang lemah, serta pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM).

"Pencegahan juga berarti inklusi dan menempatkan HAM dan supremasi hukum sebagai inti dari semua yang kita lakukan," imbuhnya.

Sekjen PBB tersebut menguraikan area-area fokus lain untuk meningkatkan upaya antiterorisme, termasuk kurangnya dana. PBB menghadapi krisis pendanaan yang semakin memburuk, dengan adanya kasus di mana biaya keanggotaan PBB berdasarkan penilaian (assessed contributions) tidak dibayarkan.

"Kekurangan ini akan memiliki implikasi serius, baik bagi upaya penjagaan perdamaian kami maupun bagi Kantor Penanggulangan Terorisme PBB," katanya.

Komitmen Pendanaan

Dia meminta semua negara anggota untuk memenuhi komitmen pendanaan mereka dan memastikan bahwa kami memiliki sumber daya untuk membantu menghadapi tantangan bersama ini.

Terorisme memengaruhi setiap kawasan, dan berkembang dalam krisis kompleks yang melanda dunia. "Saat berbicara soal memerangi terorisme, kita harus berdiri sebagai satu kesatuan untuk melawan ancaman global ini," katanya.

"Atas nama semua orang yang telah menderita dan masih terus menderita, dan atas nama semua korban dan para penyintas, mari tingkatkan upaya kita untuk menciptakan masa depan tanpa terorisme," demikian Guterres.

Sekretaris Jenderal PBB mengingatkan terorisme mempengaruhi setiap wilayah di dunia, sambil menggerogoti kerentanan lokal dan nasional. Kemiskinan, ketidaksetaraan, dan pengucilan sosial menjadi bahan bakar terorisme.

"Prasangka dan diskriminasi yang menargetkan kelompok, budaya, agama, dan etnis tertentu menyulutnya," kata Sekjen PBB itu, seraya menambahkan kegiatan kriminal seperti pencucian uang, penambangan ilegal, dan perdagangan senjata, obat-obatan, artefak curian, dan manusia, membantu mengisi teroris pundi-pundi.

Karena terorisme membusuk dalam krisis yang kompleks tanpa ada wilayah yang kebal, respons terhadap ancaman tersebut perlu dilakukan secara multilateral dan terkoordinasi, kata Guterres, mengutip beberapa alat utama PBB yang dapat membantu memerangi momok itu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.