Bernavigasi Tanpa Kompas

Selasa, 13 Jun 2023, 06:25 WIB

Tentu saja pada masa Kekaisaran Romawi instrumen navigasi seperti GPS atau bahkan kompas belum ada. Ketika kompas sudah digunakan di Tiongkok pada abad ke-2 sebelum masehi (SM), namun alat ini baru muncul di Eropa pada abad ke-14 masehi.

Untuk mengetahui arah utara adalah salah satu syarat paling dasar untuk bernavigasi di laut lepas karena memungkinkan pelaut mengetahui ke arah mana dia menuju (utara, selatan, timur, barat). Keterampilan navigasi Romawi dipelajari dari Fenisia, pendahulu dari bangsa Kartago.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

LamanRoma Vitaemenyebut, orang Fenisia telah mempelajari astronomi dari orang Kasdim dari negara Kasdim, sebuah negara semit yang terletak di ujung tenggara Mesopotamia. Negara itu ada dari akhir abad ke-10 atau awal abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-6 SM.

Menurut Gaius Plinius Secundus atau dikenal dengan Pliny, orang Romawi menerapkan pengetahuan astronomi Fenisia pada navigasi di laut untuk menjadi pelaut terbaik di masanya. Misalnya, pelaut Fenisia mengetahui bahwa konstelasi Ursa Minor mengorbit Kutub Utara langit dalam lingkaran yang lebih sempit daripada Ursa Major dan menggunakan Ursa Minor untuk memberi arah utara yang lebih tepat.

Ada cara lain yang kurang akurat untuk memperkirakan arah. Misalnya, pelaut Romawi akan melihat matahari pada siang hari atau memperkirakan arah relatif terhadap angin dan ombak.

Sedangkan cara termudah lainnya adalah berlayar di sepanjang pantai. Salah satu keunggulan Mediterania adalah kedekatannya dengan daratan dan banyaknya pulau terutama wilayah Yunani.

Pelaut berlayar dengan mencatat posisinya relatif terhadap suksesilandmarkyang dapat dikenali dan menggunakan petunjuk arah berlayar yang sudah ada pada zaman kuno. Itulah mengapa petunjuk pelayaran pertama untuk perjalanan pesisir di Mediterania ditulis dalam bahasa Yunani.

Petunjuk itu disebutperiploi dalam bahasa Yunani dan diperkenalkan pada abad ke-4 SM. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.