- Home
-
- Luar Negeri
-
- Putus Hubungan dengan Taiw...
Putus Hubungan dengan Taiwan, Honduras Buka Kedutaan di Beijing
Senin, 12 Jun 2023, 12:00 WIBBEIJING - Honduras membuka kedutaan besar di Beijing pada Minggu (11/6), media pemerintah Tiongkok melaporkan.
Pembukaan kedubes dilakukan beberapa bulan setelah negara Amerika Tengah itu memutuskan hubungan dengan Taiwan untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang dan Menteri Luar Negeri Honduras Enrique Reina mengambil bagian dalam peresmian kedutaan pada Minggu pagi, kata CCTV, media resmi Tiongkok yang dikutip AP News.
Laporan itu mengatakan, Honduras masih perlu menentukan lokasi permanen kedutaan dan akan menambah jumlah stafnya.
Qin berjanji Tiongkok akan membangun model kerjasama baru dengan Honduras terkait "kerjasama yang bersahabat" antara negara-negara dengan ukuran dan sistem yang berbeda, menurut pernyataan Kemlu Tiongkok.
Simbol penguatan hubungan diplomatik kedua belah pihak datang saat kunjungan enam hari Presiden Honduras Xiomara Castro ke Tiongkok.
Honduras menjalin hubungan formal dengan Tiongkok pada Maret lalu.Tiongkok melihat Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, yang akan direbut kembali dengan paksa jika perlu, dan melarang mitra diplomatiknya untuk memiliki hubungan formal dengan Taipei.
Taiwan juga menghadapi ancaman militer yang meningkat dari Beijing.Kementerian Pertahanan Taiwan pada hari Minggu melaporkan, 10 pesawat tempur Tiongkok melintasi garis median Selat Taiwan, sebuah batas tidak resmi yang pernah diakui secara diam-diam oleh kedua belah pihak.Sebagai tanggapan, Taiwan mengerahkan pesawat, kapal angkatan laut, dan sistem rudal darat.
Castro tiba di Shanghai pada Jumat dalam kunjungan pertamanya sejak menjalin hubungan.Selama tinggal di Shanghai, dia mengunjungi kantor pusat Bank Pembangunan Baru, sebuah bank yang didirikan oleh negara-negara BRICS, yang meliputi Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.Honduras meminta izin masuk ke bank, cuit kantor Castro pada Sabtu.
Presiden Castro juga mengunjungi pusat penelitian raksasa teknologi Huawei sebelum tiba di Beijing pada Sabtu malam, surat kabar resmi Tiongkok Global Times melaporkan.
Hubungan yang terbentuk pada bulan Maret merupakan kemenangan diplomatik bagi Tiongkok di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Amerika Serikat, termasuk meningkatnya ketegasan Tiongkok terhadap Taiwan. Hubungan itu juga menandakan pengaruh Tiongkok yang tumbuh di Amerika Latin.
Tiongkok dan Taiwan telah terlibat dalam 'pertempuran' untuk mendapatkan pengakuan diplomatik sejak mereka berpisah saat perang saudara 1949, Beijing menghabiskan miliaran untuk memenangkan pengakuan atas kebijakan "satu Tiongkok ".
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Tim SAR Evakuasi Nelayan Terdampar di Perairan Manokwari–Oransbari
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.