- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dampak Perang yang Menyedi...
Dampak Perang yang Menyedihkan, Tiongkok Prihatin Atas Penghancuran Bendungan di Ukraina
Jumat, 09 Jun 2023, 00:29 WIBIstanbul - Dampak perang yang menyedihkan. Duta Besar Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zhang Jun menyuarakan keprihatinan atas penghancuran bendungan di selatan Ukraina, yang disebut sebagai eskalasi lebih lanjut dari konflik antara Moskow dan Kiev.
"Apa yang baru saja terjadi mengingatkan kita sekali lagi bahwa apa pun bisa terjadi dalam situasi konflik," kata Zhang dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (6/6).
Zhang memperingatkan bahwa perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina berisiko menyebabkan penderitaan yang lebih besar dan lebih banyak bencana, menciptakan lebih banyak risiko yang serius dan tidak mungkin diprediksi.
Dia mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional.
"Kami mendesak semua pihak dalam konflik untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan melakukan yang terbaik untuk melindungi warga dan infrastruktur sipil," kata Zhang.
Keadaan darurat diumumkan di kedua sisi bendungan Kakhovka--satu sisi dikendalikan Rusia, sisi lainnya dikendalikan Ukraina--setelah ledakan pada Selasa.
Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas ledakan yang menghancurkan sebagian bendungan yang memasok air ke pembangkit nuklir Zaporizhzhia dan Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014.
Insiden tersebut telah menyebabkan banjir di pemukiman terdekat.
Moskow menuduh Ukraina mencoba mengurangi pasokan air tawar untuk Krimea yang berasal dari waduk Kakhovka, sementara Kyiv mengklaim bahwa Rusia mencoba memperlambat serangan balasan yang disiapkan.
Kedua belah pihak meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB, di mana Zhang menyuarakan bahwa Beijing sangat prihatin tentang konsekuensi potensial dari ledakan bendungan tersebut.
Zhang juga mencatat bahwa Badan Energi Atom Internasional menegaskan insiden tersebut belum menimbulkan risiko bagi keselamatan pembangkit nuklir Zaporizhzhia.
"Namun, air di waduk terus surut, dan tidak mungkin untuk terus memompa air ke PLTN di masa mendatang," ujar dia.
Berita Terkait:
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
PINTU Incubator Perkuat Kolaborasi Mode Indonesia-Prancis di JF3 2026
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Membangun Jakarta semakin Inklusif untuk Disabilitas
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.