Tiongkok Lebih Memilih Jalur Dialog daripada Konfrontasi dengan AS

Selasa, 06 Jun 2023, 00:02 WIB

SINGAPURA - Menteri Pertahanan Tiongkok, Li Shangfu, pada Minggu, menegaskan konflik dengan Amerika Serikat bisa mendatangkan "bencana tidak tertahankan" sehingga negaranya lebih memilih jalur dialog daripada konfrontasi.

Saat berbicara pada Shangri-La Dialogue, Konferensi Keamanan Asia di Singapura, Li mengatakan dunia cukup besar bagi Tiongkok dan AS untuk tumbuh bersama. Pernyataan itu disampaikan Li setelah dia sebelumnya menolak untuk bertemu dan berdialog langsung dengan pejabat AS.

Ket. Foto: Menteri Pertahanan Tiongkok, Li Shangfu — Sumber: ROSLAN RAHMAN/AFP

"Tiongkok dan AS mempunyai sistem berbeda dan juga banyak perbedaan di bidang lain," kata Li dalam pidato yang menandai pernyataan penting perdananya sejak ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Nasional Tiongkok, pada Maret lalu.

Seperti dikutip dari Antara, Li mengatakan perbedaan tersebut jangan menghalangi kedua pihak untuk mencari persamaan mendasar untuk meningkatkan hubungan bilateral dan mempererat kerja sama. "Memang tidak bisa dipungkiri konflik panas dan konfrontasi antara Tiongkok dan AS bisa menimbulkan melapetaka bagi dunia," katanya menambahkan.

Dengan menggunakan seragam Tentara Pembebasan Rakyat, Li menyampaikan peringatan ke-34 tragedi Lapangan Tiananmen pada 1989.

Semakin Memanas

Hubungan antara Beijing dan Washington semakin memanas terkait berbagai isu, termasuk Taiwan yang mempunyai pemerintah sendiri yang demokratis, sengketa teritorial di Laut Tiongkok Selatan dan pembatasan ekspor cip semikonduktor oleh Presiden AS Joe Biden.

Militer Tiongkok mengecam AS dan Kanada karena dianggap secara sengaja memprovokasi risiko setelah kapal perang mereka secara bersamaan melintasi selat Taiwan yang sensitif.

Komando Indo-Pasifik AS mengatakan kapal perang AS dan Kanada tersebut secara rutin berlayar ke perairan bebas.

Menteri Pertahanan Kanada, Anita Anand, mengatakan Kanada akan terus melakukan pelayaran ke perairan sesuai dengan hukum internasional, termasuk Selat Taiwan dan aktor yang bermain di wilayah tersebut harus bertanggung jawab.

Namun, dalam pidatonya Li juga menegaskan Tiongkok tidak akan membiarkan semacam kebebasan patroli navigasi AS dan sekutunya dijadikan alasan untuk melakukan hegemoni navigasi.

Setelah menyampaikan pidato, sejumlah pengamat berkali-kali menanyakan mengenai insiden serta pengerahan angkatan laut Tiongkok secara luas di kawasan Laut Tiongkok Selatan yang dipersengketakan.

Namun, Li tidak menjawab secara langsung dan hanya mengatakan bahwa manuver apa pun yang dilakukan oleh pihak dari luar kawasan bisa menambah ketegangan.

Richard Marles, Wakil Perdana Menteri Australia yang juga Menteri Pertahanan, menegaskan upaya peningkatan kemampuan militer dan keberadaan mereka di kawasan dimaksudkan untuk bagian dari kontribusi untuk menciptakan keamanan bersama di Pasifik serta memelihara tatanan yang berdasarkan hukum.

"Itulah poin yang saya sampaikan dan berulang kali saya sampaikan kepada kawasan itu dan kepada dunia sejak kami mengumumkan jalur untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir," kata Marles, merujuk pakta AUKUS yang dijalin Australia dengan AS dan Inggris.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Llyod Austin, dalam pidatonya mengkritik Tiongkok karena menolak untuk mengadakan pembicaraan militer, sehingga kedua negara adidaya tersebut menemui jalan buntu. "Dialog bukanlah sebuah hadiah, tetapi kebutuhan," kata Austin.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.