Membanggakan, Penerbang TNI AU Kembali Sukses Uji Purwarupa Jet Tempur Boramae

Minggu, 04 Jun 2023, 07:24 WIB

Jakarta - Membanggakan, penerbang TNI Angkatan Udara Letkol Pnb. Ferrel "Venom" Rigonald mengikuti jejak seniornya Kolonel Pnb. Muhammad "Mammoth" Sugiyanto berhasil menguji purwarupa jet tempur buatan Indonesia dan Korea Selatan KF-21/IF-X Boramae di Sacheon AFB, Korea Selatan, Jumat (2/6).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Kolonel Pnb. R. Agung Sasongkojati saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menjelaskan Letkol "Venom" Rigonald bertindak sebagai backseater, sementara tandemnya Park Ji Won dari Korea Aerospace Industries (KAI) mengisi front seat dalam uji terbang purwarupa (prototype) Boramae nomor 4 yang disebut juga XFB1.

"Penerbangan uji kali ini dimulai dengan normal procedures pre-test flight, yang mana setelah take off langsung menanjak naik hingga ketinggian 40.000 kaki. Tes sekaligus menguji kehandalan sepasang mesin kembar perkasa General Electric F414-GE-400k dengan daya dorong masing-masing 13.000 lbs (Mil Power) dan 22.000 lbs (Max Power/Afterburner)," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU.

Dia lanjut menjelaskan dalam uji terbang purwarupa Boramae ke-4 itu, Park dan penerbang TNI AU yang menyandang callsign "Venom" merampungkan misi pengujian S&C/CNI (Stability and Control/Communication, Navigation & Identification).

"Dalam penerbangan dicoba berbagai manuver untuk menguji stabilitas pesawat, termasuk manuver push over melewati minus 2,4 G (gravitasi, red.). Jika penerbang tidak terlatih bisa mengalami permasalahan pada gaya gravitasi minus tersebut," kata Agung Sasongkojati.

Kemudian, penerbang TNI AU dan penerbang KAI itu juga menguji kemampuan dan performa pesawat pada kecepatan 0.95 Mach.

"Penerbangan pengujian kali ini, pesawat belum diuji untuk melewati kecepatan suara," kata Kadispenau.

Uji purwarupa Boramae ke-4 berlangsung selama 1 jam, pesawat take off pada 14.15 waktu setempat, dan landing (mendarat) pada 15.15 waktu setempat.

Pesawat KF-21/IF-X "Boramae" merupakan pesawat tempur generasi 4.5 yang kemampuannya diyakini mendekati pesawat siluman terdepan dunia saat ini.

Kadispenau menjelaskan pesawat tempur itu merupakan proyek jangka panjang hasil kerja sama Korea Selatan dan Indonesia yang diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan udara NKRI, tetapi juga menjadi ajang alih teknologi kedirgantaraan.

Letkol Pnb Ferrel "Venom" Rigonald, selepas berhasil merampungkan uji purwarupa Boramae, pun menjadi penerbang TNI AU kedua yang berhasil merampungkan misi serupa.

Penerbang tempur TNI AU, Kolonel Pnb Muhammad "Mammoth" Sugiyanto, pada 16 Mei 2023 sukses merampungkan uji terbang perdananya untuk purwarupa Boramae nomor 4 dalam penerbangan tandem bersama Jim Tae Bom dari Korea Aerospace Industries (KAI).

Jim Tae Bom pada posisi front seat, dan Kolonel Pnb Muhammad Sugiyanto di backseat terbang tandem untuk menguji sistem Communication, Navigation, and Identification (CNI-1) & Core Avionics purwarupa jet tempur Boramae nomor empat.

Kolonel Pnb Muhammad "Mammoth" Sugiyanto, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2000 dan Sekbang LX, merupakan penerbang tempur Hawk 100/200 yang berdinas di Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak.

Sementara itu, Letkol Pnb "Venom" Rigonald merupakan penerbang lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2002, dan lulusan Sekbang TNI AU Tahun 2004. Dia juga sempat mengikuti pendidikan Air Command & Staff College di USAF Air University, Alabama, Amerika Serikat.

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pada 31 Mei 2023 menyampaikan terpilihnya dua penerbang TNI AU untuk menguji purwarupa Boramae merupakan suatu pencapaian dan kebanggaan.

"Ini adalah suatu achievement, pencapaian yang luar biasa, karena perlu diketahui untuk mencapai tingkat penerbang uji yang level pabrikan itu, saat ini, TNI AU, hanya punya empat (penerbang)," kata Fadjar Prasetyo.

Dari empat penerbang itu, yang terdiri atas prajurit berpangkat kolonel dan letnan kolonel, dua di antaranya saat ini masih berdinas di Korea Selatan, sementara sisanya di Indonesia.

"Kami menyiapkan sangat, sangat panjang prosesnya, dan mereka orang sangat pilihan, dan dengan diterbangkannya salah satu dari mereka, itu bentuk pengakuan kepada kita bahwa kita mampu secara profesional," kata Kepala Staf TNI AU.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Belgia 'Gosong', Kebakaran Hutan Lahap 3.000 Hektare Lahan

BNPB: Korban Tewas Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 68 Orang

Trump Desak Iran Kibarkan Bendera Putih

Road Trip Kian Populer, Allianz Utama Ungkap Risiko dan Tips Berkendara Jarak Jauh

Detik-Detik Delapan Rumah di Singkawang Terbakar, Seorang Anak Perempuan Tewas, Ini Kronologinya!

DPD DKI Jakarta: Kemandirian Daerah Kunci Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Kapal Tanker Karam, 12 Km Pesisir Pantai Oman Kini Menghitam

Lembaga Think Tank Desak Pemerintah Inggris Tinggalkan PDB Sebagai Ukuran Utama Kesejahteraan

Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa Dahsyat di NTT

Dancow Indonesia Cerdas Season 2 Diumumkan, Berikut Para Pemenangnya

AS Sebut Kanada Salah Satu “Pendukung Terbesar” Tiongkok dalam Menghindari Tarif Trump

Update Transfer Sementara Premier League, Ini Daftar Pemain Termahal!

Menaker Sebut Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia

Mentan Amran Sebut Swasembada Pangan dan Ekspor Beras Jadi Kado HUT Ke-81 RI

Menekraf Ungkap Malam Merdeka Libatkan Ribuan Talenta Kreatif dan Dorong Ekonomi Rakyat

12,7 Juta Lulusan Tiongkok Masuk Pasar Kerja Saat AI Ikut Mengubah Peta Pekerjaan

Indonesia–Australia Perkuat Pendidikan Perubahan Iklim melalui Gim Edukatif GenerAksi

DPR RI Ajak Mahasiswa jadi Penggerak Kebijakan Menuju Indonesia Emas 2045

Srikandi Merdeka Cup 2026: Timnas U16 Singapura Tundukkan Putri Nusantara 2-0

Kunjungi Sido Muncul, Delegasi Taiwan Jajaki Kerja Sama Tanaman Obat dan Herbal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.