• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mengenal Terapi EMDR yang ...

Mengenal Terapi EMDR yang Membantu Pangeran Harry Atasi Trauma dan Kecemasan

Rabu, 31 Mei 2023, 12:58 WIB

Peta Stapleton, Bond University

Awal tahun ini, Pangeran Harry mengungkapkan bahwa ia telah menggunakan terapi yang disebut EMDR untuk mengatasi kecemasan dan trauma termasuk trauma akibat kematian ibunya, Putri Diana, saat ia berusia 12 tahun.

Ket. Foto: Tangkapan layar- Pangeran Harry mendemonstrasikan teknik EMDR dalam film dokumenter "The Me You Can’t See" di Apple TV. — Sumber: Insider News

Dia mendemonstrasikan teknik ini dalam film dokumenter di Apple TV, The Me You Can't See.

EMDR adalah singkatan dari desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata (eye movement desensitisation and reprocessing). Namun, apa itu terapi EMDR dan bagaimana cara kerjanya?

Apa itu EMDR?

EMDR adalah perawatan psikoterapi yang bertujuan untuk mengurangi emosi yang mengganggu yang terkait dengan ingatan traumatis.

Terapi ini melibatkan konsultasi dengan psikolog terlatih, biasanya dilakukan selama 12 sesi.

Secara garis besar, sesi ini terdiri dari delapan langkah:

  1. Perencanaan riwayat dan perawatan: psikolog akan mendiskusikan alasan spesifik pasien untuk datang dan mengambil riwayat secara mendetail.
  2. Persiapan: psikolog akan berbicara dengan pasien tentang apa yang dapat mereka harapkan dari EMDR. Pada fase ini, psikolog juga akan mengajarkan pasien teknik relaksasi yang dapat mereka gunakan untuk menenangkan diri mereka sendiri selama atau setelah sesi.
  3. Penilaian atau asesmen: psikolog akan meminta pasien untuk memilih gambar yang jelas dalam pikiran mereka yang berkaitan dengan memori yang ingin mereka tangani. Pasien juga akan diminta untuk fokus pada keyakinan negatif tentang diri mereka sendiri, atau emosi negatif yang terkait dengan peristiwa tersebut.
  4. Desensitisasi: pasien akan diminta untuk menahan memori traumatis di dalam pikiran mereka sambil mengikuti gerakan jari psikolog maju mundur dengan mata mereka. Psikolog juga dapat memandu pasien dengan mengetuk (misalnya, pasien mengetuk lutut mereka dengan tangan dalam pola bergantian) atau nada pendengaran yang disampaikan melalui headphone. Alternatif-alternatif gerakan mata ini melibatkan bagian otak yang sama.
  5. Pelaksanaan: pasien dipandu untuk mengganti keyakinan negatif yang asli dengan keyakinan yang positif.
  6. Pemindaian tubuh: pasien memikirkan memori asli untuk melihat apakah masih ada ketegangan fisik yang tersisa di dalam tubuh. Biasanya pemrosesan memori selesai ketika memori tersebut tidak lagi menyebabkan pasien merasa tertekan. Jika masih ada, langkah 4 akan diulangi.
  7. Penutup: ini adalah akhir sesi. Jika ingatan belum sepenuhnya berkurang intensitasnya, psikolog akan memandu pasien dalam latihan relaksasi yang harus dilakukan hingga sesi berikutnya.
  8. Re-evaluasi: ini adalah awal dari sesi berikutnya, saat psikolog dan klien menilai hasil kerja sesi sebelumnya dan mengevaluasi kembali rencana terapi sesuai kebutuhan.

Terapis akan terus memeriksa klien selama proses berlangsung.

Fase penting pada akhir perawatan adalah melihat ke masa depan. Psikolog mungkin meminta pasien untuk membayangkan tantangan yang akan dihadapi.

Misalnya, jika pasien pernah mengalami kecelakaan mobil, mereka mungkin membayangkan mengemudi di jalan raya, mungkin pada malam hari atau sendirian, dan melihat apakah ada emosi yang menyusahkan yang muncul. Jika ada, pasien mungkin masih membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Aspek unik dari EMDR adalah bahwa orang tersebut mungkin tidak perlu mendiskusikan kenangan yang mengganggu secara rinci. Psikolog mungkin bertanya, "Peristiwa apa yang kamu ingat yang membuatmu merasa tertekan?" dan pasien mungkin berkata, "Peristiwa itu adalah sesuatu yang dilakukan ayahku padaku." Proses ini dapat dilakukan tanpa informasi tambahan.

Bagaimana cara kerja EMDR? Dan siapa yang dapat menggunakannya?

Aktivitas ganda dari memikirkan memori yang menyedihkan dan menggerakkan mata dengan cepat dari satu sisi ke sisi lain tampaknya dapat mengurangi tingkat emosi dalam memori tersebut.

Salah satu teorinya adalah bahwa memikirkan memori traumatis dan mengikuti sesuatu dengan mata membutuhkan lebih banyak kapasitas memori melebihi kapasitas yang tersedia. Oleh karena itu, memori yang menyusahkan tidak sepenuhnya diakses dan kehilangan kekuatannya.

Terapi EMDR paling sering digunakan untuk mengobati gejala stres traumatis dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Sebuah tinjauan terhadap 26 uji klinis
menunjukkan bahwa pengobatan EMDR secara signifikan mengurangi gejala PTSD, depresi, kecemasan, dan kesusahan pada penderita PTSD.

Penggunaan EMDR pada anak-anak dengan PTSD juga telah terbukti efektif.

Orang-orang dengan fobia atau masalah kecemasan juga dapat memperoleh manfaat, seperti halnya orang-orang dengan depresi.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa EMDR merupakan pendekatan yang efektif untuk mengurangi trauma, mungkin ada beberapa risiko atau efek samping. Ini termasuk:

    • peningkatan ingatan yang menyedihkan

    • peningkatan emosi atau sensasi fisik selama sesi

    • pusing

    • mimpi yang melekat dalam ingatan dan terasa seperti dalam kehidupan nyata

    • munculnya kenangan traumatis baru.

Jika salah satu dari hal ini terjadi, psikolog yang menangani biasanya akan mendukung pasien untuk mengolahnya selama sesi berlangsung.

Apakah EMDR diakui?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Masyarakat Internasional untuk Studi Stres Trauma (International Society for Traumatic Stress Studies) merekomendasikan terapi EMDR sebagai pengobatan untuk orang dewasa dan anak-anak yang mengalami PTSD.

Terapi ini juga didukung oleh Australian Psychological Society.


Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Peta Stapleton, Associate Professor in Psychology, Bond University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.