- Home
-
- Megapolitan
-
- IQAir: Udara Jakarta Pagi ...
IQAir: Udara Jakarta Pagi Ini Tak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Sabtu, 05 Sep 2026, 07:18 WIBJAKARTAÂ - Kualitas udara Jakarta pada Sabtu (5/9) pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.30 WIB tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 113, yang menjadikannya kota dengan kualitas udara terburuk ke-13 di dunia.
Masyarakat pun dianjurkan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.
Adapun, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Kuching, Malaysia dengan indeks kualitas udara di angka 286, lalu urutan kedua adalah Kinshasa, Kongo di angka 205, kemudian di urutan ketiga ada Kumpala, Uganda di angka 159.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.
Pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen, menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.
Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.
"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).
Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tandasnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dampak Abu Vulkanik, HBKB Jakarta Diakhiri Lebih Awal dan Petugas Bagikan Masker
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia
-
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Pendaftaran Dibuka, Ini Syarat, Formasi dan Honor yang Perlu Diketahui
-
Selamatkan Anak Didik dari Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Diminta Belajar secara Daring
-
Folarin Balogun Batal Gabung Everton di Detik-Detik Akhir Bursa Transfer
-
Modus Baru Jual Ganja di Media Sosial, Berawal dari Paket Mencurigakan Ini Akhirnya Terbongkar Peredarannya
-
PT KAI Perbarui Tampilan Situs kai.id
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.