Tiongkok Panggil Dubes Jepang terkait Tindakan di KTT G7

Senin, 22 Mei 2023, 10:49 WIB

BEIJING - Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Sun Weidong pada Minggu (21/5) memanggil Duta Besar Jepang untuk Tiongkok Hideo Tarumi untuk mengajukan perwakilan atas KTT G7 Hiroshima.

Menurut media Tiongkok CGTN, komunike para pemimpin G7 dan dokumen lain yang diadopsi oleh KTT yang diselenggarakan Jepang berisi komentar yang dirancang untuk mengangkat isu-isu terkait Tiongkok, termasuk komentar tentang situasi di Selat Taiwan dan tuduhan mengenai Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, Laut Tiongkok, Hong Kong, Xinjiang, Xizang, dan tenaga nuklir Tiongkok.

Ket. Foto: Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Sun Weidong. — Sumber: CGTN

Dan G7 menyatakan menentang terhadap setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo dan klaim tentang "paksaan ekonomi" yang menyinggung Tiongkok.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok Minggu malam, Sun mengatakan, Jepang, ketua G7 saat ini, telah berkolusi dengan negara lain untuk mencoreng dan menyerang Tiongkok, dan sangat mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.

Hal itu melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan semangat dari empat dokumen politik antara Tiongkok dan Jepang, dan melemahkan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan Tiongkok, kata Sun.

"Pihak Tiongkok sangat tidak puas, dan dengan tegas menentangnya," katanya.

Memperhatikan bahwa persoalan Taiwan adalah inti dari kepentingan inti Tiongkok, diplomat Tiongkok tersebut mengatakan ini adalah masalah yang menyangkut landasan politik hubungan Tiongkok -Jepang, dan garis merah yang tidak dapat dilanggar.

Hong Kong, Xinjiang, dan Xizang adalah urusan dalam negeri Tiongkok yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak luar, kata Sun.

Memperhatikan stabilitas di Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan, dia mengatakan apa yang disebut "perubahan status quo dengan kekuatan" adalah penyimpangan dari fakta.

Sun juga menolak tuduhan "paksaan ekonomi" dan "perangkap utang", dan mengatakan Amerika Serikat adalah pemrakarsa yang melanggar tatanan dan aturan internasional serta mengganggu jalannya ekonomi dunia.

Tiongkok dengan tegas berkomitmen untuk strategi nuklir defensif, katanya.Tiongkok telah menghormati janjinya untuk "tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu" dan selalu mempertahankan kemampuan nuklirnya pada tingkat minimum yang disyaratkan oleh keamanan nasional.

"Tiongkok adalah satu-satunya di antara lima negara senjata nuklir yang telah membuat janji itu," kata Sun menggarisbawahi.

"Kami mendesak anggota G7 untuk berhenti bersekongkol membentuk blok eksklusif, berhenti menahan dan memukul negara lain, berhenti menciptakan dan memicu konfrontasi blok," katanya.

Pihak Jepang harus memperbaiki persepsinya tentang Tiongkok, memahami otonomi strategisnya, mematuhi prinsip-prinsip empat dokumen politik antara Tiongkok dan Jepang, dan benar-benar mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Jepang yang stabil dengan sikap yang konstruktif, desaknya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.