Pilot Ukraina Membuktikan Dapat Menguasai Jet F-16 Empat Kali Lebih Cepat dari Perkiraan

Sabtu, 20 Mei 2023, 00:05 WIB

WASHINGTON - Dokumen Angkatan Udara Amerika Serikat yang diperoleh Yahoo News baru-baru ini menyebutkan bahwa 2 pilot Ukraina telah berhasil menguasai jet tempur F-16 dalam empat bulan pelatihan. Itu empat kali lebih cepat dari perkiraan para pejabat Pentagon awal tahun ini.

Dalam sidang Kongres Februari, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Colin Kahl, mengatakan, pelatihan pilot Ukraina untum F-16 akan memakan waktu sekitar 18 bulan, jumlah waktu yang sama yang diperlukan untuk mengekspor pesawat tempur ke Ukraina.

Ket. Foto: F-16 Fighting Falcon awalnya dirancang sebagai pesawat tempur superioritas udara namun ampuan F-16 untuk bisa dipakai di segala macam misi, membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat. — Sumber: Istimewa

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sebelumnya telah mendesak sekutu barat agar memberikan pesawat tempur generasi keempat itu, untuk mempertahankan wilayah udara di tengah gelombang serangan besar-besaran Rusia yang menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur energi.

Pentagon (Departemen Pertahanan AS) dan sekutu NATO menghadapi pertimbangan sulit untuk memenuhi permintaan Kyiv atas jet tempur multi peran tersebut. Proyeksi masa pelatihan yang lama adalah salah satu alasan yang sering disebut untuk tidak memberikan pesawat yang sangat diinginkan kepada Ukraina. Pemimpin pertahanan Ukraina mengatakan F-16 diperlukan untuk menembak jatuh pesawat tempur Rusia yang menjatuhkan bom.

Moskow sendiri telah berulang kali memperingatkan bahwa pengiriman senjata yang lebih canggih ke Ukraina oleh AS dan sekutunya dapat melewati 'garis merah',, yang mengarah ke peningkatan permusuhan.

Dilansir oleh Business Insider, penilaian internal Angkatan Udara AS tersebut merinci pelatihan F-16 yang dilakukan dua pilot Ukraina di Morris Air National Guard Base di Tucson, Arizona, pada akhir Februari dan awal Maret.

"Selama total sebelas setengah jam dalam sembilan simulasi terpisah, penerbang Ukraina mengungguli harapan AS dalam kemampuan cepat mereka untuk mempelajari seluk beluk pesawat," bunyi dokumen tersebut.

"Empat instruktur angkatan udara AS yang berpengalaman menilai pilot Ukraina dan menentukan pilot dapat melakukan beberapa manuver 'relatif teknis', termasuk mendarat setelah kehilangan mesin dan mengatasi serangan palsu," kata dokumen itu.

Mengutip penilaian itu, kedua pilot Ukraina tidak menerima pelatihan resmi tentang simulator penerbangan F-16 selain hanya pengenalan singkat ke pesawat sebelum pelatihan. Kedua pria tersebut sudah memenuhi syarat untuk mengoperasikan MiG-29 dan Su-27 , keduanya merupakan jet tempur era Soviet yang merupakan mayoritas armada angkatan udara Ukraina yang tersisa.

Biden mengalah

Pejabat AS sebelumnya mengatakan bahwa Washington berpegang teguh pada pendiriannya untuk tidak mengirim F-16 sendiri ke Kiev. Para pemimpin Eropa, termasuk pejabat tinggi di Inggris dan Jerman, minggu ini terus menekan pemerintahan Biden untuk membuat keputusan pengiriman F-16.

Kini, penilaian internal tersebut meningkatkan tekanan pada Presiden AS Joe Biden untuk mengirim F-16 ke Ukraina.

CNN melaporkan bahwa dalam pertemuan di Jepang, Presiden Joe Biden pada Jumat memberi tahu para pemimpin G7 bahwa AS akan mendukung upaya bersama dengan sekutu untuk melatih pilot Ukraina menggunakan pesawat generasi keempat, termasuk F-16.

"Pelatihan itu diperkirakan tidak dilakukan di AS, dan kemungkinan besar akan terjadi seluruhnya di Eropa. Tetapi personel AS akan berpartisipasi dalam pelatihan bersama sekutu dan mitra di Eropa," kata seorang pejabat administrasi senior AS pada CNN.

"Diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya dan akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang," tambahnya.

Keputusan itu menandai perubahan besar pada Biden, yang mengatakan awal tahun ini bahwa dia tidak percaya Ukraina membutuhkan F-16. Keputusan untuk mendukung prakarsa pelatihan datang dengan sangat cepat, kata para pejabat, dan dibuat oleh Biden setelah pertemuan dengan para pemimpin G7 di Hiroshima, Jepang, di mana topik F-16 ke Ukraina menjadi poin utama diskusi.

Dalam beberapa hari terakhir, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak telah mendorong sangat keras agar negara-negara yang memiliki F-16 untuk mengirimnya ke Ukraina sehingga negara tersebut dapat mempertahankan diri dengan lebih baik terhadap serangan udara harian Rusia.

"Saat pelatihan berlangsung selama beberapa bulan mendatang, koalisi negara-negara kami yang berpartisipasi dalam upaya ini akan memutuskan kapan benar-benar menyediakan jet, berapa banyak yang akan kami sediakan, dan siapa yang akan menyediakannya," tegas pejabat itu.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.