- Home
-
- Luar Negeri
-
- Harus Gerak Cepat, Pengung...
Harus Gerak Cepat, Pengungsi Rohingnya di Bangladesh Butuh Bantuan Akibat Topan Mocha
Kamis, 18 Mei 2023, 13:13 WIBJenewa - Harus gerak cepat. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan sekitar satu juta pengungsi Rohingya di Bangladesh membutuhkan bantuan internasional karena terdampak Topan Mocha dan mungkin diperparah dengan musim hujan yang semakin dekat.
"Jadi di satu sisi, saya ingin mengatakan bahwa bahaya topan ini telah berlalu, tetapi musim topan terus berlanjut dan musim hujan akan segera tiba," kata Wakil Kepala Misi IOM di Bangladesh Nihan Erdogan kepada Anadolu.
"Jadi, bahaya dari alam belum berlalu," ujar dia, menambahkan.
Erdogan mengatakan musim hujan akan berdampak buruk pada tanah di kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh, karena bisa memicu tanah longsor dan banjir.
Warga Rohingya telah bertahun-tahun mengungsi di Bangladesh dan tinggal di bangunan-bangunan rentan yang terbuat dari bambu dan terpal.
"Saya berada di kamp kemarin. Saya sedang memeriksa beberapa tempat penampungan yang rusak. Dan tepat ketika saya di sana, kami mengalami tanah longsor," kata Erdogan.
Erdogan mengatakan badan-badan kemanusiaan di negara itu bekerja sama erat dengan Pemerintah Bangladesh.
"Kami membutuhkan dukungan masyarakat internasional untuk menyediakan dana yang sangat dibutuhkan karena rencana respons bersama 2023, yang merupakan rencana utama yang kita semua kerjakan, saat ini kekurangan dana. " kata dia.
Dia mengungkapkan bahwa dana bantuan yang terkumpul sejauh ini hanya sekitar 16-17 persen dari total kebutuhan.
"Itu angka yang sangat rendah mengingat 1 juta orang (di kamp) semuanya bergantung pada bantuan kemanusiaan. Jadi, angka itu perlu ditingkatkan secara signifikan," ujar Erdogan.
Pada Minggu (14/5), Topan Mocha yang menerjang pantai di antara Cox's Bazar dan wilayah Kyaukpyu di Myanmar dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang di kedua negara.
Erdogan mencatat bahwa menurut informasi yang mereka terima dari berbagai fasilitas kesehatan, ada beberapa orang yang terluka tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan di dalam kamp pengungsi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
UEFA Nations League: Portugal Menang Tanpa Ronaldo, Klopp Raih Kemenangan Pertama Bersama Timnas Jerman
-
3 Pulau di Maluku Tengah Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi Raksasa
-
Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Natalius Pigai Tegaskan Tak Takut Dicopot dari Menteri HAM
-
Prestasi Baru Bandara Soetta! Dua Penghargaan Internasional ACI Berhasil Diraih
-
Tak Lagi Diproduksi, SUV Listrik Volkswagen ID.4 Diskon Besar-besaran
-
Menkomdigi Meutya Hafid Cek Kesiapan Jaringan Telekomunikasi MotoGP Mandalika 2026
-
Rajata Putra Sarah Sechan Bikin Kagum, Pamerkan 150 Lukisannya dalam Pameran Tunggal di ArtSphere
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.