Prevalensi 'Stunting' di Denpasar Ditargetkan Capai 4 Persen pada 2023

Sabtu, 13 Mei 2023, 03:17 WIB

DENPASAR -- Pemerintah Kota Denpasar di Provinsi Bali menargetkan prevalensi kasus stunting pada balita di wilayahnya pada 2023 mencapai empat persen, turun dari angka 5,5 persen pada 2022.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di Denpasar, Jumat, mengatakan bahwa pemerintah kota berupaya mempercepat penurunan prevalensi stuntingdengan melaksanakan upaya intervensi yang terintegrasi.

"Integrasi kebijakan dilakukan dengan berbagai pihak dari Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat kota, kecamatan, dan desa/kelurahan, serta tim penggerak PKK, lembaga adat, kader pembangunan manusia, dan para pengusaha," katanya.

Saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting bersama BKKBN Provinsi Bali,Arya Wibawa mengatakan bahwa penanggulangan stuntingmerupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih mengatakan bahwa prevalensi kasusstunting di Kota Denpasar menurun selama tiga tahun berturut-turut.

Prevalensi kasus stuntingdi Kota Denpasar yang pada 2020 masih14,48 persen berhasil diturunkan menjadi sembilan persen pada 2021 dan 5,5 persen pada 2022.

Capaian tersebut menempatkan Kota Denpasar sebagai daerah dengan prevalensi stuntingterendah di wilayah Provinsi Bali.

Sukardiasihmengatakan,Pemerintah Provinsi Bali bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menurunkan angka kasusstunting di Bali menjadi di bawah lima persen.

Dia juga menyampaikan bahwa rapat koordinasi percepatan penurunan stuntingdilaksanakan untuk memantau perkembangan dan hasil upaya penurunan prevalensistunting.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.