Tingkatkan Literasi Keamanan Data

Jumat, 12 Mei 2023, 08:36 WIB

JAKARTA - Pemerintah bersama otoritas terkait perlu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keamanan data dalam transaksi keuangan digital. Langkah tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen terhadap risiko keuangan, termasuk penipuan.

"Ada kemudahan transaksi keuangan secara digital yang diterima masyarakat, namun sayangnya itu tidak seiring dengan pemahaman terkait risiko keamanan atas data pribadi," kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Etikah Karyani, dalam dialog Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan yang dipantau virtual di Jakarta, Kamis (11/5).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dia menuturkan ketika masyarakat tidak memiliki pemahaman cukup tentang layanan dan produk keuangan digital, mereka mungkin bisa terpapar risiko keuangan yang lebih besar, termasuk penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.

Menurut dia, ketika masyarakat tidak memiliki akses ke layanan keuangan yang sah atau legal, mereka bisa menjadi rentan terhadap penipuan risiko keamanan dalam menggunakan layanan keuangan digital tanpa perlindungan yang memadai dari badan regulasi dan perusahaan fintech.

"Masyarakat bisa menjadi korban penipuan dan tindakan kejahatan dalam menggunakan layanan digital," ujarnya.

Karena itu, literasi dan inklusi keuangan harus semakin ditingkatkan terutama di industri fintech. Untuk itu, ia menuturkan pihaknya turut melakukan program edukasi ke masyarakat dan advokasi ke pengambil kebijakan.

Di sisi lain, dia mengatakan industri fintech semestinya dapat meningkatkan peran penting untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memberikan akses keuangan yang lebih murah dan mudah dijangkau kepada masyarakat.

Perilaku Bergeser

General Manager of Retail Solution Division BNI, Mesah Roni Ginting, mengatakan saat ini perilaku nasabah sudah banyak beralih ke digital setelah pandemi Covid-19. Dengan kondisi itu, tantangan yang dihadapi adalah edukasi nasabah untuk memiliki literasi keuangan yang lebih baik sehingga terhindar dari risiko-risiko seperti penipuan dan pencurian data.

BNI turut mengedukasi masyarakat secara langsung maupun menggunakan media sosial agar mereka lebih cerdas menggunakan digital, tidak sembarangan membeberkan data kepada orang lain, dan mengamankan data pribadi.

Pada kesempatan sama, Deputi Direktur Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yulianta, mengatakan terus meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat makin cerdas mengelola keuangan.

"OJK selalu mendorong untuk melakukan peningkatan literasi keuangan ini. Tujuannya agar gap (ketimpangan antara literasi dan inklusi keuangan) ini makin kecil," kata Yulianta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.