29 Nagari di Padang Pariaman Dilanda Banjir dan Longsor
Minggu, 07 Mei 2023, 19:12 WIBPARIK MALINTANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mencatat setidaknya 29 nagari di daerah itu mengalami bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem sejak Sabtu (6/5) sore hingga Minggu siang.
"Itu berdasar data yang dihimpun hingga Minggu pukul 15.00 WIB. Selain banjir dan longsor Padang Pariaman juga mengalami bencana angin puting beliung yang mengakibatkan pohon tumbang," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman Budi Mulya di Parik Malintang, Minggu.
Ia mengatakan ketinggian air banjir bervariasi tergantung dari geografis nagari mulai dari sekitar 30 hingga 200 sentimeter.
"Akibat banjir tersebut sejumlah jembatan dan sawah rusak, serta rumah warga dan fasilitas ibadah terendam air," ucapnya.
Warga yang terdampak banjir sempat diungsikan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Padang Pariaman ke lokasi yang lebih aman.
Adapun nagari yang terdampak banjir tersebut yaitu Kampuang Galapung Ulakan, Ulakan, Manggopoh Palak Gadang, Sandi Ulakan, Sungai Gimba Ulakan, Seulayat Ulakan, dan Tapakih, di Kecamatan Ulakan Tapakis.
Selanjutnya Padang Kandang Pulau Aia, Kurai Taji, Kapalo Koto, dan Padang Bintungan di Kecamatan Nan Sabaris. Sintuak, Toboh Gadang Barat, dan Toboh Gadang Timur di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.
Seterusnya Kapalo Hilalang di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Campago di Kecamatan V Koto, Lubuak Aluang di Kecamatan Lubuak Aluang, Batu Gadang Kuranji Hulu di Kecamatan Sungai Garinggiang, Kasang di Kecamatan Batang Anai, dan Gasan Gadang di Kecamatan Batang Gasang.
Sedangkan bencana longsor tidak saja mengganggu akses jalan, namun juga menimpa rumah warga. Adapun nagari yang mengalami longsor yaitu Kudu Gantiang di Kecamatan V Koto Timur, Campago di Kecamatan V Koto, Balah Aia dan Lareh Nan Panjang di Kecamatan VII Koto, serta Tandikek di Kecamatan Patamuan.
Lalu III Koto Malintang Timur dan III Koto Malintang Selatan di Kecamatan IV Koto Aua Malintang, Pasia Laweh Lubuk Alung di Kecamatan Lubuk Alung, serta Kuranji Hulu di Kecamatan Sungai Garinggiang.
Selain itu pohon tumbang terjadi di tujuh nagari yaitu Parik Malintang di Kecamatan Enam Lingkung, Limpato Sungai Sariak di Kecamatan VII Koto, Kuranji Hilir di Kecamatan Sungai Limau, dan Kudu Gantiang di Kecamatan V Koto Timur.
Lalu Sintuak di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kurai Taji di Kecamatan Nan Sabaris, dan Ulakan di Kecamatan Ulakan Tapakih. Pohon yang tumbang tersebut tidak saja menimpa rumah warga namun juga akses jalan masyarakat dan akses jalan ke SMKN Enam Lingkung.
- Banjir
- Longsor
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- Sumatera Barat (Sumbar)
- Cuaca Ekstrem
- Sumatera Barat
- Kabupaten Padang Pariaman
- angin puting beliung
- PARIK MALINTANG
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pascabanjir di wilayah Solo dan Sukoharjo
-
Masuki Pancaroba, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Angkasa Pura Indonesia dan AirNav Pastikan Operasional Bandara Soetta Tetap Terkendali Saat Cuaca Buruk
-
Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Alam
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.