Angka Stunting Kabupaten Muba Turun Signifikan
Sabtu, 06 Mei 2023, 09:30 WIBPemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Evaluasi Hasil Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2005-2025. Adapun kegiatan tersebut digelar di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (4/5).
Dalam pertemuan tersebut terungkap, Pemkab Muba sukses menekan angka stunting. Tercatat, angka stunting di Kabupaten Muba mengalami penurunan secara signifikan. Angka stunting di Kabupaten Muba menurun menjadi 17,7 persen di tahun 2022 yang sebelumnya berada di angka 23,0 persen pada tahun 2021.
Capaian upaya penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Muba tahun 2022 mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak salah satunya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Pengendalian, Evaluasi dan Perencanaan Bappeda Sumsel, Dodi Eko Prasetyo menyampaikan apresiasinya atas turunnya angka stunting di Kabupaten Muba.
"Kami apresiasi ini, namun tetap harus selalu dimaksimalkan dalam upaya penanganan stunting di Muba dan ini telah terealisasi dengan baik sejak satu tahun belakangan," kata Dodi Eko Prasetyo saat FKP RPJPD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2005-2025 di Auditorium Pemkab Muba, dikutip Jumat (5/5).
Lebih lanjut, kata dia, upaya-upaya yang yang telah dilakukan oleh Kabupaten Musi Banyuasin selama ini sudah cukup berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam kurun waktu 20 tahun sebanyak 21,09 persen.
"Namun, tetap diperlukan upaya dan kerja keras optimal untuk mencapai target penurunan angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan 1 digit," ujar Dodi.
Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud mengatakan evaluasi RPJPD 2005-2025 sangat penting dilakukan dan akan menjadi rujukan Calon Kepala Daerah di Kabupaten Muba pada rangkaian Pilkada serentak 2024 mendatang.
"Oleh sebab itu rangkaian FKP RPJPD 2005-2025 ini sangat penting untuk dilakukan," ucapnya.
Apriyadi menambahkan, Pemkab Muba akan menggenjot lagi upaya pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi di Muba.
"Butuh kerja keras dan evaluasi yang akan dilakukan demi kesejahteraan masyarakat Muba," tuturnya.
Sebagai informasi, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu masa mulai dari kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Stunting dapat terjadi ketika anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, terutama protein, zat besi, dan zat gizi lainnya yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak dan tubuh yang sehat.
Stunting dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan anak, termasuk penurunan kemampuan kognitif dan akademik, risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung di masa dewasa, serta penurunan produktivitas ekonomi di kemudian hari.
Untuk mencegah stunting, diperlukan upaya yang holistik, meliputi pendidikan gizi dan kesehatan bagi ibu hamil, promosi pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan bergizi pada anak, serta perbaikan sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Tekan Stunting, Kemendukbangga-Kedubes Australia Kerja Sama Lewat Program Bangga Kencana
-
Akhirnya! IHSG Menguat, Pasar Modal RI Tersenyum Lebar
-
Titik Serpihan ATR Sudah Diketahui Koordinatnya
-
Perhatian! Ada Badai Geomagnetik 12-14 November, BMKG Ungkap Tak Berdampak Signifikan di RI
-
Polda Kepri Waspadai Peredaran Rokok Elektrik ‘Zombie’
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Kolaborasi TNI AL dan Kemendukbangga/BKKBN Atasi Stunting di Kawasan Pesisir Muara Angke
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.