Aceh Masuk Masa Transisi ke Musim Kemarau
Rabu, 03 Mei 2023, 19:37 WIBBANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Provinsi Aceh sedang dalam masa transisi ke musim kemarau, sehingga masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
"Kita sekarang memasuki masa transisi ke musim kemarau, tapi bukan berarti tidak ada hujan, artinya ada kemarau basah yang meliputi Aceh," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Nasrol Adil di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan, ada tiga periode masa transisi di provinsi paling barat Indonesia itu, yakni fase pertama pada April-Mei, fase kedua Juli-Agustus dan fase ketiga pada September-Oktober. Saat ini, Aceh memasuki fase pertama transisi ke musim kemarau secara klimatologi.
Pada masa ini, lanjut Nasrol, umumnya berpotensi terjadi petir, puting beliung, angin kencang hingga pertumbuhan awan cumulonimbus. Namun hanya terjadi lokasi yang sporadis atau wilayah tertentu.
"Artinya tidak semua daerah, hanya di beberapaspotyang memiliki cakupan gunung, topografi gunung berbukit, jadi potensi itu yang kita hadapi," katanya.
Sebab itu, Nasrol meminta masyarakat mewaspadai potensi beberapa bencana hidrometeorologi, terutama bagi warga berada di wilayah yang berdekatan dengan air, atau wilayah sawah yang dibasahi rintik hujan, karena akan berpotensi tersambar petir.
"Jika terjadi petir di sore menjelang malam, kalau suara petir terdengar makin lama makin dekat, maka sudah harus menghindari daerah seperti pantai, tambak, kolam renang, sungai, lapangan rumput kalau basah. Juga pohon tinggi seperti pohon kelapa karena bisa terjadi perambatan petir melalui pohon kelapa," ujarnya.
Selain itu, kata Narsol, Aceh juga berpotensi terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), meskipun daerah Tanah Rencong itu sudah melewati fase kekeringan pertama yaitu pada Februari lalu.
"Biasanya Februari kita banyak (Karhutla, red). Tapi nanti fase Juli dan Agustus kita akan mendapati lagi potensi itu lagi, pada akhir Juni juga," katanya.
Oleh sebab itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar secara serampangan, apalagi Aceh juga ikut merasakan pengaruh dari El Nino.
"Kita juga mengalami pengaruh El Nino walaupun sedikit, dan kita harus menghindari pembakaran lahan," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Smart Dental Dorong Perawatan Ortodonti Lebih Terencana lewat Program Merdeka Tersenyum
-
Terkuak Skandal Kebocoran dalam Soal Ujian Beberapa Waktu Lalu, Akhirnya Mendiknas Mundur Mendadak
-
Dari Racikan Tradisional ke Bisnis Modern, Pemkot Cirebon Genjot Usaha Kreatif Berbasis Jamu
-
GPM menyemarakkan HUT RI di Aceh
-
Sembunyikan 2,1 Kg Ganja di Dalam Guci Air, DPO Narkoba Ini Tak Berkutik Digerebek Polisi!
-
Perbaikan jalan dan jembatan Enang-Enang Aceh
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pagi Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.