BMKG: Hujan Ekstrem Picu Banjir di Kota Cilacap

Jumat, 28 Apr 2023, 13:11 WIB

CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah perkotaan Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (27/4) dipicu oleh hujan ekstrem.

"Berdasarkan pengamatan kami, hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem terjadi di Kabupaten Cilacap pada Kamis (27/4) malam dengan konsentrasi hujan ekstrem berada di wilayah Kota Cilacap," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jumat (28/4).

Ia mengatakan hal itu diketahui dari data hujan yang terpantau di sejumlah pos pengamatan curah hujan menunjukkan adanya hujan ekstrem dengan curah lebih dari 150 milimeter, yakni di Stasiun Meteorologi Tunggul tercatat 356 milimeter, Gumilir tercatat 296 milimeter, Gunung Simping 250 milimeter, dan Jeruklegi 191 milimeter.

Menurut dia, curah hujan lebat yang berkisar 50-100 milimeter terpantau di Pos Meteorologi Bandara Tunggul Wulung sebesar 91 milimeter, Kampung Laut 37 milimeter, dan Cimanggu 23 milimeter.

"Hujan sangat lebat di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap atau wilayah Kota Cilacap terjadi mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB yang disertai petir dan menyebabkan beberapa tempat terdampak banjir," jelasnya.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan jika dilihat dari data statistik, jumlah curah hujan ekstrem pada Kamis (27/4) malam melampaui hujan ekstrem yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 1992 karena saat itu tercatat sebesar 341 milimeter.

Menurut dia, dalam kondisi normal atau rata-rata curah hujan di Cilacap selama 30 tahun pada bulan April sebesar 313 milimeter dengan 23 hari hujan (normal).

"Kejadian hujan tadi malam adalah hujan ekstrem dengan total jumlah curah hujan 356 milimeter atau melampaui jumlah normalnya dan turun dalam kurun waktu kurang lebih empat jam," tegasnya.

Menurut dia, hal itu bisa dikatakan hujan yang seharusnya turun dalam rentang waktu sebulan namun turun hanya dalam waktu kurang lebih empat jam saja, sehingga tentunya membuat banyak genangan air yang terjadi di Kota Cilacap dan sekitarnya.

Ia mengatakan dari pantauan beberapa parameter cuaca bahwa data kelembapan berkisar antara 70-100 persen di sekitar lokasi yang menyebabkan potensi pertumbuhan awan meningkat dan Indeks Labilitas yang cenderung labil di wilayah Jateng, sehingga meningkatkan aktifitas pertumbuhan awan konvektif yang mengakibatkan hujan sedang hingga ekstrem di sekitar lokasi.

"Jadi, hujan ekstrem yang terjadi tadi malam dipicu oleh faktor lokal saja, karena adanya awan Cb (Cumulonimbus) akibat pemanasan yang intens pada siang hari," jelasnya.

Teguh mengatakan berdasarkan peta sebaran curah hujan di wilayah Jateng pada hari Jumat (28/4), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang kadang disertai petir terutama pada malam dan pagi hari.

Menurut dia, pola angin dominan bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan antara 5-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 25-32 derajat Celcius, dan kelembapan udara berkisar 70-97 persen.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Wijonardi mengatakan hujan lebat yang terjadi pada Kamis (27/4) malam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kota Cilacap dengan tinggi genangan di beberapa lokasi mencapai dada orang dewasa atau sekitar 70 centimeter.

"Genangan banjir telah surut sejak Jumat (28/4) dini hari. Saat ini kami masih melakukan asesmen terhadap dampak banjir tersebut," jelasnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.