Perkuat Kolaborasi, Dokter Sebut Perlu Perubahan Skala Besar untuk Hapus Malaria

Kamis, 27 Apr 2023, 22:25 WIB

Jakarta - Perkuat kolaborasi. Dokter Spesialis Anak dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis menyebutkan perlu perubahaan skala besar di pedesaan untuk menghilangkan tempat indukan nyamuk Anopheles demi hapus penyakit malaria.

"Perlu pendekatan khusus di pedesaan dengan skala besar untuk menghilangkan tempat dengan air yang tidak mengalir agar nyamuk tidak bertelur," kata Inke dalam diskusi memperingati Hari Malaria Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Ilustrasi, Aktivitas penambangan bijih timah rakyat marak sebagai pemicu kasus malaria 2022 mencapai 123 orang atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 104 kasus. — Sumber: ANTARA/HO

Inke mengatakan perkembangbiakan nyamuk malaria tidak seperti nyamuk demam berdarah yang lebih menyukai tempat yang bersih dan cenderung digunakan manusia seperti ember dan sumur.

Nyamuk malaria lebih suka tinggal di genangan air yang ada di alam seperti sawah atau perkebunan karet yang umumnya berada di pedesaan, ungkapnya.

"Maka pendekatan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) yang dipakai untuk pencegahan demam berdarah kurang sesuai, tapi bukan berarti tidak dilakukan," ujar dokter yang menyelesaikan pendidikan S3 di London School of Hygiene and Tropical Medicine pada tahun 2018 lalu itu.

Selain itu, kebiasaan masyarakat desa yang suka beternak juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.

Inke mengatakan kandang ternak tidak boleh terlalu dekat dengan rumah karena baunya akan memancing nyamuk Anopheles datang dan berisiko menggigit anggota keluarga yang ada di rumah.

"Jangkauan terbang nyamuk Anopheles dapat mencapai 500 meter dari tempat perkembangbiakannya," jelas Dokter yang merupakan dosen ilmu kesehatan anak di Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengungkapkan pada tahun 2000 hingga 2015 jumlah penyakit malaria menurun drastis hingga 75 persen, namun setelahnya menunjukkan angka yang stagnan.

Menurutnya perlu ada pendekatan lain untuk dilakukan mengingat banyak program yang sebelumnya dilakukan terkendala akibat pandemi COVID-19 sehingga terdapat kenaikan jumlah kasus malaria setelah pandemi COVID-19.

"Banyak negara yang sudah menganggap bebas dari malaria tapi nyatanya masih terdapat kasus baru karena program mengatasi malarianya tidak diteruskan," sambungnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki visi Indonesia Bebas Malaria pada 2030 dengan melakukan berbagai pendekatan seperti pembagian kelambu dan insektisida di desa-desa guna mencegah penyebaran penyakit malaria.

Selain itu Kemenkes juga menunjuk juru malaria desa di setiap desa di daerah endemis malaria untuk melakukan sosialisasi dan deteksi dini dalam menangani penyebaran penyakit malaria

"Tidak hanya deteksi dini dan perlindungan, masyarakat juga harus menjaga diri dengan menciptakan lingkungan yang sehat," tutupnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.