Pemudik Diimbau Cegah Penularan Covid-19

Rabu, 26 Apr 2023, 01:19 WIB

JAKARTA -Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengimbau masyarakat mencegah penularan Covid-19 saat arus balik. Pastikan kondisi badan fit dan jangan ragu untuk tes kesehatan jika ada gejala flu.

"Saat pulang mudik pastikan kondisi kita fit dan kalau ada gejala flu segera tes dan isolasi," ujar Nadia, kepada Koran Jakarta, Selasa (25/4).

Ket. Foto: Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, — Sumber: koran jakarta/Muhamad Ma’rup

Dia juga mengimbau, masyarakat untuk tetap mengenakan masker di tempat ramai dan menerapkan protokol kesehatan. Bagi masyarakat yang belum vaksinasi diimbau segera vaksinasi.

Nadia menambahkan, fasilitas kesehatan tetap disiagakan untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19. Termasuk untuk ketersediaan obar dan alat kesehatan.

"Untuk obat kita baru saja punya obat paxlovid selain molnupiravir. Kebutuhan oksigen ventilator juga dipastikan tersedia," jelasnya.

Nadia mengakui,tren vaksinasi berada di kisaran 5.000 perhari. Jumlah tersebut masih jauh dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 100.000 sampai 1 juta dosis per hari.

Dia menyebut untuk mengakses vaksinasi bisa langsung mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terutama puskesmas. Masyarakat juga bisa mendaftar secara online pada website dinas kesehatan provinsi masing-masing.

"Untuk pengadaan vaksin tetap ada sampai pandemi selesai. Tapi tentunya mengutamakan vaksin dalam negeri ya," tandasnya.

Kenaikan Kasus

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir terjadi kenaikan kasus Covid-19. Hal tersebut dipicu oleh varian baru sub varian Arcturus atau XBB 1.16 yang sangat menular.

"Sejumlah gejala dari varian ini antara lain kasus konjungtivitis (mata merah) terutama pada anak-anak, demam atau menggigil, Batuk, Sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare," katanya.

Dia mengatakan, sub varian tersebut memang banyak ditemukan di India. Jika ditilik dari sejarah naik dan turunnya kasus Covid-19, Indonesia selalu mengikuti pola yang terjadi di India yang saat ini mengalami lonjakan kasus yang tajam.

"Sejarah juga menunjukan di Indonesia kasus Covid-19 melonjak bukan karena perjalanan dan hari libur tapi karena adanya varian baru. Untuk itu masyarakat jangan lengah. Ayo kita pakai masker lagi dan hidup sehat," ucapnya.

Redaktur: andes

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.