Wisatawan dari Eropa Berjalan Kaki di Hutan Kalimantan

Minggu, 16 Apr 2023, 23:31 WIB

KAPUAS HULU - Empat orang turis merupakan wisatawan dari Benua Eropa tepatnya berasal dari Republik Ceko menjelajahi hutan belantara pulau Kalimantan, dengan berjalan kaki selama tujuh hari dari Desa Tanjung Lokang Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat hingga menembus Kecamatan Tiong Ohan Provinsi Kalimantan Timur.

Perjalanan para turis itu diawali dari Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu yiatu sebuah kota kecil yang berada di bagian wilayah timur Provinsi Kalimantan Barat, yang juga dikenal dengan sebutan heart of borneo.

Pemandu wisata asal Kapuas Hulu Oddi Donovandi Putussibau, Minggu mengatakan beberapa alasan para wisatawan mancanegara tertarik berwisata ke Kapuas Hulu yakni dikarenakan panorama alamnya yang masih sangat natural betul-betul alami serta kearifan lokal masyarakat yang sangat kental dengan adat istiadat serta budaya, yang hingga saat ini masih terjaga dan dilestarikan.

Kabupaten Kapuas Hulu tidak asing lagi di mata dunia, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Sarawak Malaysia itu merupakan kabupaten konservasi serta memiliki dua taman nasional yaitu Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum.

"Saya beberapa kali sudah memandu wisatawan mancanegara termasuk wisatawan dari Eropa itu, mereka (turis) sangat terkesan dengan keindahan alam kita, masyarakat yang ramah serta masih menjaga adat dan budaya warisan leluhur, tentu itu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing," kata Oddi Donovan.

Dia pun menceritakan perjalannya saat mendampingi empat orang wisatawan dari Benua Eropa yang menghabiskan waktunya selama sepekan berjalan kaki menapaki hutan belantara pulau Kalimantan.

Menurut Oddi, mereka memulai perjalanan wisata dari Kota Putussibau menggunakan loang boat memecah derasnya riam hulu sungai Kapuas menuju Desa Tanjung Lokang yang berada di daerah pedalaman Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu.

Hulu sungai Kapuas yang berdindingkan batu-batu terjal dan dikelilingi bukit serta arus deras (riam) memiliki sensai tersendiri bagi wisatawan asing, bahkan sesekali percikan air membasahi para wisatawan yang duduk dalam sebuah perahu bodi panjang (loang boat) dengan mesin speed 40 PK.

"Saya melihat raut wajah para turis itu sangat senang, mereka takjub dengan keindahan alam kita, mereka sangat terkesan bahkan sesekali mengabadikan momen perjalanan saat menyusuri hulu sungai Kapuas dengan sebuah camera digital," katanya.

Dikatakan Oddi, untuk menuju Desa Tanjung Lokang ada beberapa riam yaitu yang pertama Hamatub, riam dan yang cukup deras salah satunya riam Bakang, kemudian ada juga riam Harurui, hingga akhirnya sampai di Tanjung Lokang, sebuah perkampungan yang dihuni masyarakat Suku Dayak Punan Hovongan.

"Saat sampai di Tanjung Lokang para turis itu juga terkesan dengan keramahan masyarakat Suku Dayak Punan," ucapnya.

Dia berharap agar kelestarian alam dan seni budaya yang merupakan kearifan lokal di Kabupaten Kapuas Hulu terus dilestarikan, karena Kapuas Hulu sangat kaya akan sumber daya alam dan seni budaya.

Bahkan salah satu daerah yang juga sudah dikenal dunia yaitu Sungai Utik, Kecamatan Embaloh Hulu, dimana masyarakat komitmen menjaga kelestarian alam, sehingga tidak sedikit wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut.

"Sungai Utik itu sudah mendapatkan penghargaan dari PBB terkait kelestarian alam dan kearifan lokal yang sampai saat ini di jaga oleh masyarakat," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.